Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Di Hadapan Rais Aam, PWNU Lampung Tegaskan Siap Gelar Muktamar 17 Desember

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Senin, 29 November 2021, 19:10 WIB
Di Hadapan Rais Aam, PWNU Lampung Tegaskan Siap Gelar Muktamar 17 Desember
Rais Aam KH Miftachul Akhyar saat menerima kedatangan 27 PWNU Lampung di Kantor PBNU, Senin (29/11)/RMOL
Saat menemui Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama 26 PWNU, Ketua Panitia Daerah Muktamar NU Lampung Moh Mukri menyatakan kesiapannya mengadakan Muktamar ke 34 di Lampung.

Pria yang sekaligus Ketua PWNU Lampung ini menjelaskan bahwa sejak tahun 2020, pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah dan menyiapkan segala daya dukung dan fasilitas untuk menyelenggrakan muktamar.

Pria yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung ini memastikan, dengan menerapkan protokol kesehatan, PWNU Lampung siap menggelar Muktamar pada 17 Desember 2021.

"Tentu dengan tetap menerapkan prokes sesuai aturan pemerintah. Setelah pemerintah memberlakukan PPKM Level 3,” papar Prof. Mukri yang juga Rektor UIN Lampung.

Mukri juga mengaku, sebelum menemui Rais Aam, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan penyelenggaraan forum tertinggi NU.

Panitia daerah, tambah Prof Mukri juga telah memantapkan koordinasi.

“Hasil koordinasi terakhir dengan Kapolda, Danrem, dan Gubernur Lampung, semuanya menyatakan siap. Termasuk Gubernur Lampung yang sudah menyiapkan dukungan sarana, fasilitas, maupun pendanaan," tegasnya.

Mantan Ketua PW GP Ansor Lampung ini menampik adanya berbagai spekukasi, seakan pelaksanaan Muktamar NU ke 34 mustahil dilakukan di Lampung.

Dijelaskan Mukri, seluruh fasilitas penginapan di sejumlah hotel dan pelaksanaan seluruh tahapan Muktamar juga telah siap.

“Baik pembukaan, persidangan, maupun penutupan, kami tegaskan sangat siap untuk menyukseskan muktamar,” Prof Mukri menegaskan.

Sementara itu dalam pertemuan ini juga hadir tiga kiai muda mewakili tiga pesantren  berpengaruh di Jawa Timur.

Dia adalah Gus Muhammad Abdurahman Al-Kautsar; dari Pesantren Ploso; kemudian Gus Kholil Nawawi dari Pesantren Sidogiri; serta Gus Athoillah Sholahuddin Anwar dari Pesantren Lirboyo.

Ketiga Ulama muda ini datang bersamaan pengurus NU dari 27 wilayah untuk bertemu Rois Aam.

Ketiga Gus ini lantas menyerahkan surat dukungan kepada Rois Aam yang telah ditandatangani oleh orang tua mereka.

Orang tua mereka merupakan kiai Sepuh Jawa Timur diantaranya: KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso; kemudian KH Fuad Nur Hasan, Pengasuh Pesantren Sidogiri dan KH Anwar Mansyur, Pengasuh Pesantren Lirboyo.

Dua puluh tujuh PWNU yang bertandang ke Kantor PBNU antaralain: PWNU Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.

Selain itu, hadir pula PWNU Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat.

Tampil sebagai juru bicara rombongan adalah Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, KH Syafruddin.

ARTIKEL LAINNYA