Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Presidensi G20 Dibuka, Airlangga: 33 Ribu Lapangan Kerja Akan Tercipta, dan PDB Capai Rp 7,4 Triliun

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Rabu, 01 Desember 2021, 18:57 WIB
Presidensi G20 Dibuka, Airlangga: 33 Ribu Lapangan Kerja Akan Tercipta, dan PDB Capai Rp 7,4 Triliun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Launching Presidensi G20 Tahun 2022 di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu malam, 1 Desember/Repro
Presidensi G20 tahun 2022 yang akan menggelar ratusan forum internasional selama kurang lebih setahun ke depan di Indonesia, dilakukan peluncuran (launching) secara simbolis oleh pemerintah di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu malam (1/12).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, Lapangan Banteng dipilih sebagai lokasi launching Presidensi G20 karena merupakan lokasi bersejarah.

"Di sini berdiri monumen pembebasan Irian Barat yang dibangun sejak 17 Agustus 1963 yang lalu, yang mengangkat nilai-nilai kebebasan dari segala bentuk penjajahan dan musuh bersama," ujar Airlangga saat memberikan pidato laporan.

Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan, makna pemilihan Lapangan Banteng sebagai lokasi launching adalah sebagai tanda bagi Indonesia untuk bebas dari pandemi Covid-19.

Indonesia yang memegang Presidensi G20, dikatakan Airlangga, juga memiliki peran penting dan strategis untuk mendorong aksi nyata dari negara-negara anggota G20 untuk melakukan terobosan penting.

"Pemerintah telah mengambil tema Recover Together, Recover Stronger. Indonesia ingin menampilkan ke dunia gelaran seni budaya dan ramah tamah serta kerja nyata yang dilakukan bangsa ini saat pandemi," katanya.

Di samping itu, mantan Menteri Perindustrian ini menyebutkan, Indonesia akan memperoleh manfaat yang cukup besar dari gelaran internasional ini.

"Akan tercipta 33 ribu lapangan kerja, peningkatan konsumsi Rp 1,7 triliun, dan PDB Rp 7,4 triliun, dan manfaat total dua kali lebih besar daripada gelaran IMF dan World Bank di tahun 2019 yang lalu," demikian Airlangga menambahkan.
EDITOR: AHMAD SATRYO

ARTIKEL LAINNYA