Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Ida Fauziah: Ciptakan Lapangan Kerja Penting, saat Orang Sibuk Cari Lowongan

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 03 Desember 2021, 14:52 WIB
Ida Fauziah: Ciptakan Lapangan Kerja Penting, saat Orang Sibuk Cari Lowongan
Menaker Ida Fauziyah bersama salah satu peserta TKM Expo/RMOL
Kementerian Ketenagakerjaan ingin menjadikan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo Republik Kreatif 2021 sebagai sarana mendorong pengembangan potensi usaha untuk mempromosikan produk ke pasar yang lebih luas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, selama pandemi ini, banyak sektor usaha yang gagal berkembang karena terbatasnya mobilitas dan turunnya daya beli.

Akibatnya, kata dia, banyak industri terpaksa membatasi produksi yang berimbas terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK), menyebabkan pengangguran meningkat dan naiknya angka kemiskinan.

Untuk memberikan stimulus pada kebangkitan usaha dan peningkatan serapan tenaga kerja, lanjut politisi PKB ini, Kemnaker berusaha memperluas kesempatan kerja melalui program bantuan tenaga kerja mandiri (TKM).

"Melalui pelaksanaan TKM Expo ini bisa semakin memajukan usaha para wirausahawan yang telah mendapatkan program bantuan TKM," ujar Ida Fauziah dalam keterangannya, Jumat (3/12).

Adapun TKM Expo Republik Kreatif 2021 mengangkat tema Tenaga Kerja Mandiri Bangkit, Indonesia Maju. Kegiatan berlangsung tanggal 2-4 Desember di Jakarta Timur.

Ida menambahkan, hal yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kreativitas, inovasi, dan keterampilan serta imajinasi dalam memproduksi barang atau jasa.

"Oleh karena itu sangat penting untuk terus menciptakan lapangan kerja yang baru di saat orang sedang sibuk mencari lowongan kerja," terangnya.

Sementara itu, Pelaksana harian (Plh) Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker Haiyani Rumondang menjelaskan, tujuan TKM Expo ini yaitu sebagai wadah untuk menyaring saran, masukan, serta dukungan dalam mencapai keberhasilan program perluasan kesempatan kerja.

"Dari TKM Expo ini dapat mengukur tingkat keberhasilan dan mengenali hambatan dalam pelaksanaan program-program perluasan kesempatan kerja sebagai bahan penyempurnaan dimasa yang akan datang," kata Haiyani.

ARTIKEL LAINNYA