Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bertemu Syeikh Al-Azhar, Din Syamsuddin Usul Pembentukan Poros Dunia Wasathiyah Islam

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Minggu, 05 Desember 2021, 22:46 WIB
Bertemu Syeikh Al-Azhar, Din Syamsuddin Usul Pembentukan Poros Dunia Wasathiyah Islam
Prof Din Syamsuddin saat bertemu dengan Grand Shaikh Al Azhar Prof Ahmad Muhamad Al-Thayyib/Ist
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin mengingatkan penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) kepada Grand Shaikh Al-Azhar Prof Ahmad Muhammad Al-Thayyib.

Din Syamsuddin mengingatkan hal itu saat berkunjung ke Kampus Universitas Al-Azhar pada Kamis (2/12). Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, mengapreasiasi Prof Ahmad Muhammad Al Thayyib karena berkenan menandatangani piagam kemanusiaan bersama Paus Franciskus  di Abu Dhabi 3 tahun silam.

Menurut Gurubesar UIN Jakarta itu, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia, kala kemanusiaan tercabik atas egoismen keagamaan, ras, kebangsaan dan kenegaraan, serta bentuk-bentuk ashabiyah lain. Persaudaraan kemanusiaan, menurut Din, adalah pesan agama-agama termasuk Islam.

"Persaudaran Kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Sang Pencipta Allah SWT," demikian penjelasan Din Syamsuddin.

Dalam rangka pengarusutamaan Piagam Persaudaraan, Din Syamsuddin kemudian mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yang bersifat lintas.

Selain itu, Din Syamsuddin memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan Poros Dunia Wasathiyat Islam. Tujuannya, sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yang tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai Ummatan Wasathan.

Pada kesempatan pertemuan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 ini juga mengingatkan Syaikh Al-Azhar tentang kesepakatan antara Muhammadiyah dan Syaikh Al-Azhar, yang ditandangani pada 2003.

Saat itu, kesepakatan ditandatangani oleh Prof Din Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah dan Prof Syaikh Muhammad Al-Sayyid Thonthowi sebagai Syaikh Al-Azhar pada waktu itu.

Ia mengusulkan, kesepakatan itu bisa diperbarui. Kesepakatan meliputi kerja sama dalan bidang pendidikan, dan dakwah. Syaikh Al-Azhar sepakat agar kesepakatan itu diperbarui dan dilaksanakan secara nyata.

Sebelum bertemu Syaikh Al-Azhar, Din Syamsuddin jhadir pada Sidang Munaqasyah Disertasi Dr KH Anang Rikza Masyhadi, di Universitas Terusan Suez, Ismailiyah.

Anang Rikza Masyhadi yang mendapat predikat Mumtaz adalah kader Muhammadiyah dan perintis pendirian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir dan sekarang memimpin Pondok Moderen Tazakka di Bandar, Batang, Jawa Tengah.

Selain itu, Din Syamsuddin dengan didampingi isterinya Rashda Diana Subakir menyempatkan diri bersilaturahim dengan Keluara Besar Muhammadiyah (PCIM Mesir) di Markaz Dakwah Muhammadiyah Kairo. Dalam pertemuan itu, dihadiri ratusan anggota PCIM Mesir yang memenuhi Aula Markaz Dakwah tersebut.

ARTIKEL LAINNYA