Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Tiba di PN Tipikor, Azis Syamsuddin Segera Hadapi Sidang Perdana Suap Penanganan Perkara di Lamteng

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 06 Desember 2021, 10:26 WIB
Tiba di PN Tipikor, Azis Syamsuddin Segera Hadapi Sidang Perdana Suap Penanganan Perkara di Lamteng
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin tiba di Ruang Sidang Prof. Hatta Ali Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (6/12)/RMOL
Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin segera menghadapi sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan kasus dugaan suap terkait penanganan perkara yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lampung Tengah (Lamteng).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, Azis telah tiba di Ruang Sidang Prof. Hatta Ali Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (6/12).

Azis yang mengenakan kemeja warna merah marun ini duduk di ruang pengunjung sidang menunggu persidangan dimulai dan dipersilakan Majelis Hakim untuk masuk ke kursi pesakitan
Azis Syamsuddin akan didakwa dengan dakwaan Pertama Pasal 5 Ayat 1 huruf a UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Atau dakwaan Kedua Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Azis Syamsuddin resmi diumumkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh KPK pada Jumat malam (24/9) setelah dijemput paksa karena tidak hadir memenuhi panggilan penyidik.

Dalam perkara ini, sekitar Agustus 2020, Azis meminta tolong kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK saat itu untuk mengisi kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado (AG) yang sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK.

Selanjutnya, Robin meminta bantuan Maskur Husain (MH) selaku pengacara untuk ikut mengawal dan mengurus perkara Azis.

Atas persetujuan itu, Maskur dan Robin menyampaikan kepada Azis dan Aliza untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp 2 miliar. Atas permintaan itu, Azis pun setuju.

Setelah itu, Maskur meminta uang muka terlebih dahulu sejumlah Rp 300 juta kepada Azis dengan melalui transfer rekening Bank. Azis pun selanjutnya mentransfer uang sebesar Rp 200 juta sebagai bentuk komitmen tanda jadi.

Masih di bulan yang sama yakni Agustus 2020, Robin datang menemui Azis di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan untuk mengambil uang secara bertahap yang diberikan Azis. Yaitu sebesar 100 ribu dolar AS, 17.600 dolar Singapura dan 140.500 dolar Singapura.

Dari komitmen awal pemberian uang dari Azis kepada Robin sebesar Rp 4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp 3,1 miliar.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA