Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Airlangga Hartarto: Smelter di Konawe Sebuah Lompatan Luar Biasa

LAPORAN: AGUS DWI
  • Senin, 27 Desember 2021, 23:58 WIB
Airlangga Hartarto: Smelter di Konawe Sebuah Lompatan Luar Biasa
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, di lokasi pabrik Smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara/Ist
Keberadaan Smelter, seperti yang berada di Kabupaten Konawe, merupakan sebuah "lompatan" yang luar biasa. Memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar pabrik karena mampu membuka lapangan kerja hingga 27 ribu tenaga kerja.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau pabrik ferronickel dan stainless steel serta meresmikan pabrik Smelter PT Gunbuster Nickel Industri di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (27/12).

Smelter Nikel ini berlokasi di Kawasan Virtue Dragon Nikel Industri Park dengan nilai investasi mencapai 15,7 miliar dolar AS dengan kapasitas ferronickel yang dihasilkan mencapai 969 ton per tahun.

"Kehadiran smelter ini merupakan 'lompatan' yang luar biasa. Memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar perusahaan dengan membuka lapangan kerja sebanyak 27 ribu tenaga kerja," ucap Airlangga.

"Selain itu, juga meningkatkan pendapatan daerah dan pajak negara, menambah devisa negara atas produk olahan smelter, serta memberikan nilai tambah ekspor stainless steel yang diperkirakan pada tahun ini sebesar 20,8 miliar dolar AS," tambahnya.

Tentu saja hal ini juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

"Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden, keberadaan smelter dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun in akan meningkatkan nilai tambah hingga 14 kali lipat dibandingkan bahan mentah nikel," jelas Airlangga.

Lebih jauh lagi, lanjutnya, pembangunan smelter nikel ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong hilirisasi industri.

Turut hadir dalam kunjungan Presiden hari ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA