Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bertekad Usung Obon Tabroni Jadi Bupati Bekasi, Partai Buruh Siap Rebut 10 Kursi DPRD

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 05 Januari 2022, 13:43 WIB
Bertekad Usung Obon Tabroni Jadi Bupati Bekasi, Partai Buruh Siap Rebut 10 Kursi DPRD
Partai Buruh punya tekad besar pada Pemilu 2024/RMOLJabar
Meski berstatus partai baru, Partai Buruh siap untuk menjadi kontestan yang layak diperhitungkan pada Pemilu 2024 mendatang, terutama di wilayah Kabupaten Bekasi.

Hal itu dikatakan Deputi Bapilu Exco Nasional Partai Buruh, Mahfouzh Amier, Rabu (5/1).

Disampaikan Amier, Partai Buruh bakal memasang target tinggi perolehan kursi di wilayah-wilayah yang menjadi pusat industri.

Di wilayah Kabupaten Bekasi, Amier menargetkan partainya bisa memperoleh 10 kursi. Dengan begitu maka Partai Buruh mempunyai kesempatan untuk mengusung calon bupati.

"Kabupaten Bekasi itu pusat buruh Indonesia. Namanya pusat ya wajar harus lebih dari wilayah-wilayah lain. Seenggaknya kita ada target minimal, target ideal, target maksimal. (Target) 10 kursi itu target maksimal, target idealnya satu fraksi dan target minimal ada wakil rakyat dari Partai Buruh," paparnya.

Menurut dia, Partai Buruh bakal berjaya pada Pemilu 2024 mendatang. Sebab berdasarkan pengalamannya, suara buruh bisa diperhitungkan dalam setiap kontestasi di pemilu tahun sebelumnya. Kala Pemilihan Bupati 2017, suara buruh yang mengusung Obon dan Bambang mampu meraih 200 ribu suara.

"Obon itu ketika mencalonkan bupati suaranya hanya FSPMI murni, hari ini seluruh Aliansi Buruh Bekasi Melawan sudah bersatu. Di situ ada 500 sampai 700 keanggotaan, kita suruh gerak semua nyari suara sudah 700 ribu," bebernya.

Jika target perolehan kursi dapat tercapai, Amier pun sudah memasang Obon Tabroni yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra untuk menjadi calon Bupati.

"Hari ini Obon berada di partai lain, kalau Partai Gerindra mengusung Bang Obon, Partai Buruh secara otomatis tanpa mahar mendukung pilihan Gerindra, karena beliau putra terbaik dari buruh," jelasnya.

"Kalau pun Partai Gerindra tidak mengusung, dan Partai Buruh memperoleh kursi maksimal, kenapa tidak beliau kita usung walaupun Partai Gerindra tidak mengusung," tandasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA