Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bantuannya Dikembalikan Kader PDIP, Ganjar Pranowo: Tidak Apa, Mungkin Saya yang Salah

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 15 Januari 2022, 00:15 WIB
Bantuannya Dikembalikan Kader PDIP, Ganjar Pranowo: Tidak Apa, Mungkin Saya yang Salah
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama kader PDIP/Ist
Ada alasan pribadi mengapa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemudian memberikan bantuan untuk merenovasi rumah kader PDI Perjuangan Temanggung, Fajar Nugroho.

Ketika masa kampanye Pemilihan Presiden 2019, untuk membela pasangan Joko Widodo-Maruf Amin, sejumlah kader PDIP Temanggung dipukuli anggota ormas dari kubu lawan. Salah satunya Fajar Nugroho, yang belakangan viral karena memutuskan mengembalikan bantuan renovasi rumah dari Ganjar Pranowo.

Tidak berselang lama setelah pengeroyokan itu, Fajar dan kawan-kawan mendatangi Ganjar Pranowo di rumah dinas gubernur Jawa Tengah, Puri Gedeh, Kota Semarang.

“Saya mengenal Mas Fajar itu Jokower. Jadi dulu Mas Fajar ini pernah datang ke rumah saya bersama delapan orang temannya. Dan saat itu, demi menjaga suksesnya Jokowi-Maruf, Fajar dan kawan-kawannya itu rela dipukuli," kata Ganjar kepada wartawan, Jumat (14/1).

Ganjar mengaku mendapat kabar, beberapa dari mereka hidupnya kurang berkecukupan. Termasuk Fajar sendiri yang bekerja di pabrik emping jagung. Rumahnya kecil berdinding kayu yang sudah rusak dan sudah berulang kali diajukan pembangunan ke pemerintah namun selalu ditolak karena tanah di mana rumah berada milik kas desa.

Sehari berselang setelah mendapat informasi itu, Ganjar yang menjadi gubernur dua periode dengan dukungan PDIP ini, langsung mengunjungi Fajar di Temanggung.

"Kebetulan hari Minggu itu ada kunjungan ke Magelang, jadi bisa lah mampir sebentar ke Temanggung," katanya.

Fajar rupanya sudah mengetahui rencana kedatangan gubernur. Fajar bahkan menyambut Ganjar di depan jalan menuju rumahnya.

Bahkan, ketika Ganjar menyampaikan akan membantu renovasi rumahnya, Fajar pun menyambut gembira. Begitupun ketika diminta menghadap pihak kelurahan untuk meminta izin pembangunan sebab tanahnya milik kas desa, Fajar langsung menyanggupinya.

Karena itulah Ganjar tak menyangka, tiga hari setelah kedatangannya itu Fajar tiba-tiba menyatakan menolak bantuan.

"Maka saya datang ke rumah Mas Fajar untuk membantu. Saat itu ya baik-baik saja dan diterima dengan baik. Tapi ternyata kemudian beliau ndak berkenan. Ya kalo Mas Fajar menolak tidak apa, mungkin saya yang salah," kata Ganjar.

Kejadian penolakan ini menurut Ganjar baru terjadi sekali ini. Sebab kebiasaan membantu sesama kader sudah dilakukannya sejak lama, saat ia masih menjadi anggota DPR RI.

"Sebenarnya sejak dulu, di dapil tujuh kita sudah jalan. Waktu bulan Bung Karno kita buat, di Grobogan kita buat," pungkasnya.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA