Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Jusuf Kalla: 11 dari 15 Konflik Besar di Indonesia Dipicu Ketidakadilan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Sabtu, 15 Januari 2022, 03:57 WIB
Jusuf Kalla: 11 dari 15 Konflik Besar di Indonesia Dipicu Ketidakadilan
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla/Net
Dari 15 konflik besar yang pernah terjadi di Indonesia dan menelan ribuan nyawa, 11 di antaranya disebabkan ketidakadilan.

Demikian disampaikan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, saat menjadi narasumber dalam diskusi Twitter Spaces Forum Ekonomi Politik Didik J Rachbini bertajuk "Cak Nur, Pancasila dan Indonesia yang Adil", Jumat (14/1).

"Dari pengalaman kita berbangsa selama 77 tahun, kita memahami bahwa setidak-tidaknya ada 15 konflik besar melanda negeri ini yang menyebabkan munculnya korban seribu orang di atasnya. Dari 15 konflik itu, 11 karena ketidakadilan, yakni ketidakadilan sosial, politik, dan ekonomi," papar Jusuf Kalla (JK).

Salah satu contoh dari 11 konflik besar akibat ketidakadilan itu adalah konflik di Aceh. Menurut JK, konflik di Aceh terjadi karena munculnya rasa ketidakadilan ekonomi di dalam masyarakat.

"Aceh sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya alam yang berlimpah, namun kekayaan itu belum bisa memberikan kemakmuran ekonomi secara merata kepada masyarakatnya," ucap JK.

Oleh karena itu, dirinya menilai persoalan ketidakadilan di Tanah Air perlu segera dituntaskan.

Terkait keadilan, JK menuturkan, di dalam Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, kata adil dimuat dalam dua sila. Yaitu sila kedua dan kelima yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab" serta "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."

Dengan begitu, lanjut JK, dua sila itu memberikan nuansa bahwa keadilan adalah upaya yang harus diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan.

"Meskipun adil dan maju itu tidak mudah untuk diwujudkan, tetapi harus dilakukan," tegasnya.

"Bidang ekonomi dan sosial bisa meningkatkan kemakmuran sehingga mewujudkan keadilan," demikian Jusuf Kalla.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA