Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Tahun 2024 Butuh Presiden Paham Ekonomi dan Teknologi, Erick Thohir Terkuat Versi IPS

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Senin, 24 Januari 2022, 16:08 WIB
Tahun 2024 Butuh Presiden Paham Ekonomi dan Teknologi, Erick Thohir Terkuat Versi IPS
Menteri BUMN Erick Thohir disebut sosok paling dibutuhkan Indonesia di tahun 2024 mendatang/Ist
Dunia sedang mengalami perkembangan yang sulit. Pandemi virus corona baru (Covid-19) telah menyulitkan dunia, termasuk susahnya membedakan berbagai kepentingan dalam persaingan global.

Direktur Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam berpendapat, dibutuhkan sosok pemimpin tangguh untuk memimpin Indonesia, khususnya yang terkait dengan teknologi dan ekonomi.

Menurut Arman, bidang ekonomi dan teknologi sangat mudah berselancar menggerus aspek yang kaitannya dengan fondasi bangsa.

"Sehingga menjadi penting Indonesia membutuhkan pemimpin yang paham teknologi namun mumpuni piawai dibidang ekonomi.  Mengapa?, adalah masalah terbesar yang kini mendera semua negara didunia yaitu hancurnya ekonomi akibat pandemi," pendapat Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/1).

Arman menyodorkan beberapa nama tokoh yang ia sebut layak untuk dipilih masyarakat Indonesia sebagai presiden di tahun 2024 mendatang. Mereka diantaranya, Airlangga Hartarto, Sandiaga Uno dan Erick Thohir.

Ketiga nama itu, kata Arman adalah sosok nama yang muncul dalam hasil survei IPS terbaru.

Dijelaskan Arman, beberapa nama yang muncul jika dianalisa model cross tabulasi, tingkat pengenalan figur dan kemampuan dalam melakukan percepatan kebangkitan ekonomi di Indonesia maka nama Erick Thohir memiliki angka paling tinggi di atas 80 persen, disusul Sandiaga Uno.

Dalam pandangan Arman, tingginya keinginan publik karena realitas kinerja yang dirasakan publik terkait pembenahan BUMN yang sebelumnya dinilai publik sengkarut.

"Angka itu cukup tinggi kalau di crosstab dengan tingkat pengenalan figur, Erick paling tinggi terkait kemampuannya memberikan percepatan kebangkitan ekonomi dan tingkat kepercayaan publikpun tinggi sekitar 90-an persen," beber Arman Salam.

ARTIKEL LAINNYA