Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Di Forum Ekonomi Internasional, Luhut Ajak Semua Negara Perangi Perubahan Iklim

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Sabtu, 29 Januari 2022, 02:05 WIB
Di Forum Ekonomi Internasional, Luhut Ajak Semua Negara Perangi Perubahan Iklim
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan/Net
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan komitmen Indonesia memerangi perubahan iklim dan deforestasi di hadapan para menteri dari berbagai negara sahabat.

Luhut menyinggung tentang upaya memerangi perubahan iklim di forum Major Economies Forum Ministerial Meeting on Energy and Climate secara virtual, Jumat (28/1).

Luhut mengatakan, forum pertemuan itu merupakan ajang menindaklanjuti apa yang telah dibicarakan sebelumnya pada COP26.

“Hasil pembicaraan di Glasgow pada Oktober kemarin sama dengan prioritas Indonesia dalam Presidensi KTT G20 2022, yaitu lingkungan, digital, dan isu kesehatan dengan tema Recover Together, Recover Stronger,” ujar Menko Luhut ketika membuka sambutannya.

Indonesia, sambungnya,  ingin menjadi contoh dan mengajak seluruh negara untuk bekerja bersama melawan dampak perubahan iklim. Selain itu, Indonesia ingin menjaga keberlanjutan lingkungan dengan aksi nyata.

Salah satunya melalui aliansi Global Blended Finance untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, kesehatan, serta digital, yang nantinya akan dibahas di Bali pada bulan April menyambut kegiatan KTT G20.

“Indonesia terus berkomitmen dan berkontribusi dengan upaya kuat kami dalam memastikan praktik pengelolaan hutan serta dalam melindungi dan mengelola sumber daya alam. Kami menyerukan kerja sama dan kolaborasi dengan negara-negara untuk menuju pengelolaan hutan berkelanjutan,” katanya.

Kemudian, dia juga menyinggung tentang keputusan Presiden Joko Widodo mengenai “New Era Bali Roadmap” atau “Peta Jalan Era Bali Baru” Ketika meluncurkan persiapan G20 2022 di Bali.

Menurut Luhut, kala itu, Presiden telah menetapkan Bali mencapai net zero pada tahun 2045 dan sebagai prototipe untuk masa depan yang berkelanjutan.

"Presiden juga telah meresmikan kawasan industri hijau terbesar di Kalimantan,” imbuhnya.

Dia berpendapat, untuk menjamin masa depan yang berkelanjutan perlu ada jalan bagi negara-negara berkembang memiliki skema keuangan yang inovatif serta teknologi yang memadai.

Tujuannya, kata Luhut, agar para negara sahabat itu dapat membuat terobosan-terobosan yang baru.

"Menuju ambisi itu, Indonesia telah mengundang berbagai negara untuk meluncurkan Global Blended Finance Alliance,” demikian Luhut.

ARTIKEL LAINNYA