Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum MUI, Anwar Abbas: Mengapa NU Tidak Mau Dengar Suara Hati Kami?

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Jumat, 11 Maret 2022, 02:44 WIB
Miftachul Akhyar Mundur dari Ketum MUI, Anwar Abbas: Mengapa NU Tidak Mau Dengar Suara Hati Kami?
Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas/Net
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas melayangkan surat terbuka kepada warga Nahdliyin. Surat itu dilayangkan merespons surat pengunduran diri KH Miftachul Akhyar dari jabatan Ketua Umum MUI yang diajukan beberapa hari lalu.

Kiai Mif memutuskan mundur dari Ketua Umum MUI karena menjalankan permintaan ahlu halli wal aqdi (AHWA) saat Muktamar ke 34 NU akhir Desember lalu. Setelah menyanggupi permintaan AHWA, Kiai Miftachul Akhyar dinyatakan sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 5 tahun mendatang

Merespons mundurnya Kiai Mif, Anwar Abbas mengaku sedih dan tidak tahu harus menyampaikan apa. Sebab, Kiai Mif adalah sosok ulama yang terpilih Ketua Umum MUI secara bulat.

"Tanpa lonjong sedikitpun," demikian kata Buya Anwar Abbas.

Menurut ulama kader Muhammadiyah ini, sosok Kiai Mif merupakan tokoh dan ulama serta pemimpin yg sangat rendah hati.

Buya Anwar mengakui MUI sangat membutuhkan Kiai Mif. Alasannya, Kiai Mif diharapkan bisa mempersatukan umat. Ia mengaku heran mengapa NU tidak memperbolehkan Kiai Mif untuk menjalankan tugas suci.

Ia mengaku bingung, karena selama mengenal NU, Buya Anwar sangat tahu organisasi Islam terbesar itu sudah menegaskan jati dirinya bahwa NU bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk umat dan bagi bangsa.

"Tapi mengapa NU tidak mau mendengar suara hati dari kami-kami yang ada di MUI terutama mereka-mereka yang bukan dari NU ini," demikian pertanyaan Buya Anwar.

Secara terbuka, mantan Sekjen MUI ini menyatakan bahwa MUI sangat membutuhkan sosok KH Miftachul Akhyar untuk tetap jadi Ketua Umum MUI. Apalagi, selama memimpin MUI dalam satu tahun terakhir, tugas sudah dilaksanakan dengan baik.

Atas kepemimpinan yang baik itu, Buya Anwar menyatakan bahwa drinya dan jajaran MUI merasa sangat dekat dan sangat sayang serta mencintai Kiai Mif.

Ia meminta kepada PBNU dan warga Nahdliyin untuk mengizinkan Kiai Miftachul Akhyar tetap menjabat sebagai Ketua Umum MUI.

"Kalau beliau tidak bisa bekerja full time di MUI karena harus mengurus NU, kami berharap biarlah sisa-sisa waktu beliau saja yang beliau berikan untuk kami di MUI," demikian permintaan Buya Anwar.

ARTIKEL LAINNYA