On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kuasa Hukum Irjen Napoleon: Sudah Ada Surat Damai dengan M. Kece, Kok Ada Persidangan Ini?

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 17 Maret 2022, 15:21 WIB
Kuasa Hukum Irjen Napoleon: Sudah Ada Surat Damai dengan M. Kece, Kok Ada Persidangan Ini?
Napoleon Bonaparte kembali harus disidang terkait dugaan penganiayaan terhadap M. Kece/Net
Protes dilayangkan kuasa hukum terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte, Eggy Sudjana, dalam persidangan perkara dugaan tindak kekerasan terhadap M. Kece, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (17/3).

Eggy menjelaskan, pihaknya melakukan protes berkaitan dengan permintaan agar kasus yang menjerat Irjen Napoleon untuk tidak disidangkan. Sebab, pihaknya sudah melakukan persetujuan damai dengan M. Kece.

"Saya akan protes keras dengan jaksa dalam perspektif bukan soal waktu, tapi dari sisi adanya surat perdamaian antara Pak Jenderal Napoleon dengan M. Kece," kata Eggy di ruang sidang utama PN Jaksel.

Atas kesepakatan damai tersebut, Eggy menilai seharusnya kasus yang menjerat kliennya sudah selesai, dan tidak ada proses persidangan apalagi pembacaan surat dakwaan.

"Seharusnya tidak ada sidang ini. Kenapa ada sidang ini? Mereka sudah sepakat kok untuk berdamai," imbuhnya.

Lebih lanjut, Eggy menegaskan, dalam hukum yang tertinggi adalah kesepakatan, sehingga dia menganggap Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melakukan kelalaian yang berat.

"Oleh karena itu yang mulia, ini juga harus menganut kepada azas murah sederhana cepat, itu kita sepakati. Lho kenapa yang tidak perlu di sidang (malah) disidangkan," ucapnya.

"Dalam perspektif hukum ini satu penyelundupan fakta hukum. Bayangkan fakta hukum dihilangkan. Bagaimana nanti keputusan hakim. Sesat nanti hakim," tandas Eggy.

Dalam persidangan tersebut, Ketua majelis hakim Djuyamto menampung protes tim kuasa hukum Napoleon, Eggy Sudjana. Hanya saja, dia menegaskan bahwa persidangan yang sudah berjalan akan terus dilanjutkan.

"Yang penting nomor satu adalah kita berlangsung dengan lancar itu esensi daripada persidangan ini," demikian Djuyamto.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA