Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Setelah Sowan Rais Aam PBNU, Ketum PPP Suharso Monoarfa Hadiri Haul Ayah Mbah Maimoen Zubair

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Selasa, 19 April 2022, 04:10 WIB
Setelah Sowan Rais Aam PBNU, Ketum PPP Suharso Monoarfa Hadiri Haul Ayah Mbah Maimoen Zubair
Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa saat hadiri haul Kiai Zubair Dahlan/Ist
Safari Ramadhan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa terus berlanjut. Setelah mendatangi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, safari turut menyasar haul KH Zubair Dahlan atau akrab disapa Mbah Zubair.

Mbah Zubair yang dimakamkan di komplek Pemakaman Simpek, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu merupakan ayah dari ulama khos yang saat hidupnya menjadi simpul terpenting PPP, yakni Mbah Maimoen Zubair.

Dalam acara ini, Suharso yang juga menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas hadir bersama ribuan jamaah berdoa di komplek pemakaman Simpek, Sarang, Rembang pada Minggu (16/4).

Peringatan haul ke-53 KH Zubair Dahlan sendiri digelar rutin setiap pertengahan Ramadhan setiap tahunnya. Informasi yang diterima redaksi, ayahanda Mbah Maimoen Zubair itu wafat pada 15 Ramadan 1389 H di usia 70 tahun.

Kegiatan haul tersebut tampak dihadiri sejumlah tokoh seperti Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Anggota Wantimpres Muhamad Mardiono, Sekjen PPP Arwani Thomafi, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsuri.

Hadir para Masyayekh diantaranya KH Aniq Muhammadun, Habib Abu Bakar Assegaf, KH M. Ahmad Ainul Yaqin, KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) dan Pengasuh Pengasuh Pondok pesantren Al-Anwar Sarang KH Ubab Maimoen, KH Najih Maimoen, KH Abdul Ghofur Maimoen dan seluruh keluarga  Mbah Zuber.

Haul yang rutin digelar di komplek Pemakaman Simpek, Sarang, Rembang itu selalu dihadiri ribuan jamaah yang berasal dari berbagai daerah seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan daerah lain.

Figur Mbah Zubair Dahlan merupakan sosok yang dikenal alim, sederhana dan tawadhu’.  Beliau bernama asli Anwar yang kemudian diabadikan oleh KH Maimoen Zubair sebagai nama Pondok Pesantren yakni Al-Anwar.

ARTIKEL LAINNYA