Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Temuan SMRC, Pemilih Indonesia Orientasinya Politik Kebangsaan, Bukan Politik Islam

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Jumat, 22 April 2022, 03:18 WIB
Temuan SMRC, Pemilih Indonesia Orientasinya Politik Kebangsaan, Bukan Politik Islam
Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani/Repro
Kecenderungan masyarakat dalam menghadapi pemilihan umum (Pemilu) orientasinya mengarah pada politik kebangsaan, bukan politik Islam.

Demikian temuan Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang disampaikan saat Bedah Politik episode “Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga atau Anies-AHY?” yang tayang di kanal Youtube SMRC TV pada Kamis (21/4).

Pendiri SMRC, Saiful Mujani menjelaskan bahwa dalam skala 0-10, di mana makin mendekati 0 makin berorientasi politik kebangsaan, dan 10 makin berorientasi politik Islam, pemilih Indonesia memberikan skor pada diri mereka 4,62.

Kata Saiful, hal ini menandakan bahwa warga secara umum berorentasi politik kebangsaan.

“Secara nasional, pemilih Indonesia, dalam spektrum Islam dan nasionalis, cenderung ke nasionalis,” kata Saiful.

Pada survei ini, pemilih Indonesia juga memberikan penilaian seberapa berorientasi politik kebangsaan atau politik Islam partai-partai politik.

Menurut pemilih, yang paling berorientasi kebangsaan adalah PDIP, dan yang paling berientasi politik Islam adalah PKS.

Sementara partai lain tambah Saiful ada di antara keduanya.

Saiful melanjutkan bahwa yang dinilai cenderung lebih Islam adalah PKS, PPP, dan PKB.  Sementara yang nasionalis adalah PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, Gerindra. Sementara PAN cenderung di tengah.

“Masyarakat punya cukup pengetahuan yang akurat tentang partai-partai ini,” kata Saiful.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA