Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bertemu Ibas Yudhoyono, Petani Tebu di Magetan Curhat Masalah Pupuk dan Mahalnya Harga Sembako

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Minggu, 24 April 2022, 18:58 WIB
Bertemu Ibas Yudhoyono, Petani Tebu di Magetan Curhat Masalah Pupuk dan Mahalnya Harga Sembako
Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono bertemu warga Magetan/Ist
Sejumlah petani tebu di Magetan, Jawa Timur menyampaikan keluhannya terkait mahal dan terbatasnya pupuk bersubsidi sehingga membuat biaya produksi mahal dan menghambat produktivitas.

Hal tersebut disampaikan para petani kepada Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono yang tengah melakukan kunjungan reses di Desa Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada 21 April 2022 lalu.

Ibas memberi perhatian terhadap perkebunan karena hasil tebu maupun turunannya bisa berguna untuk masyarakat luas.

Dikatakan Ibas, di bulan Ramadan, pohon tebu bisa diolah menjadi aneka minuman yang manis dan menyegarkan. Hasil turunan tebu juga bisa menjadi gula, salah satu bahan pokok dalam memasak dan membuat minuman.

“Saya pikir usaha UMKM di bidang kuliner di mana pun berada, para pedagang kecil, warung-warung makanan, bahkan restoran-restoran pasti membutuhkan gula dari hasil tebu Bapak-Ibu panjenengan sedoyo,” kata Ibas di depan para petani tebu dan warga yang hadir.

Dalam kegiatan tersebut, Ibas berdialog langsung dengan para petani tebu untuk memastikan mereka bisa bekerja produktif dan mendapat kehidupan yang lebih sejahtera. Ia menemukan fakta lain di lapangan bahwa pupuk bersubsidi sulit didapat sedangkan pupuk nonsubsidi harganya dipatok sangat tinggi.

“Bapak-Ibu sedherek pakai pupuk subsidi atau bukan? Berapa sekarang harganya?” tanya Ibas kepada para petani tebu. “Pakai ZA, Pak. Harganya 800 ribu per sak,” jawab salah satu petani “800 ribu? Kok larang tenan, to. Kalau yang subsidi?” tanya Ibas kembali. “Yang subsidi langka, Pak. Susah dicari,” keluh petani lainnya. “Waduh, padahal pabriknya di Jawa Timur, ya,” kata Ibas.

Fakta yang ditemukan Ibas di lapangan tersebut senada dengan aspirasi petani tebu yang disampaikan oleh Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI).

Dalam pernyataan resmi mereka yang menolak rencana pencabutan subsidi pupuk jenis ZA, karena sangat dibutuhkan petani tebu.

Ia kemudian melanjutkan memanen tebu bersama yang lain. “Untuk itulah saya datang ke mari untuk mendengar apa yang dirasakan para petani tebu. Jangan sampai tidak cocok, harga jual-harga produksi akhirnya rugi. Karena harga produksi tinggi tapi harga jual tidak terlalu baik, akhirnya tidak ada yang mau menanam tebu. Itulah yang tidak kita inginkan, kita ingin mendorong agar petani tebu tetap sejahtera, dompetnya terisi,” sambung Ibas.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga menerima aspirasi dari para warga tentang mahalnya minyak goreng.

Di hadapan Ibas, warga mengaku bahwa minyak goreng di Magetan telah tembus senilai Rp 25 ribu.

Ibas pun mengaku telah menyampaikan aspirasi para masyarakat kepada Menteri Perdagangan.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA