Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Demokrat: Tingkat Kepuasan pada Jokowi Menurun adalah Alarm Bahaya Buat Pemerintah

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 17 Mei 2022, 07:43 WIB
Demokrat: Tingkat Kepuasan pada Jokowi Menurun adalah Alarm Bahaya Buat Pemerintah
Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra/Net
Hasil riset terbaru lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengalami penurunan ke angka 58,1 persen adalah alarm bahaya bagi pemerintah.

Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, dengan adanya riset terbaru dari Indikator Politik Indonesia itu pemerintah harus segera berbenah diri. Caranya, dengan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memulihkan kembali tingkat kepercayaan publik ke Presiden Jokowi.  

“Alarm bahaya buat pemerintah. Perlu evaluasi menyeluruh,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/5).

Herzaky mengatakan bahwa turunnya tingkat keprcayaan publik ke Jokowi sudah dapat diduga. Ini lantaran pemerintah gagal mengendallikan kenaikan harga sembako dalam beberapa bulan terakhir lantaran tidak ada kebijakan yang efektif.

“Terakhir, pelarangan ekspor minyak sawit, malah menimbulkan masalah baru dan membuat banyak rakyat kecil kehilangan pendapatan,” katanya.

“Begitu pula dengan demokrasi Indonesia yang terus mengalami regresi, yang membuat semakin banyak warga yang tidak berani menyuarakan pendapat di muka publik,” sambungnya.

Atas dasar itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat ini menyarankan pemerintah untuk bisa lebih fokus pada pemulihan ekonomi, penurunan harga sembako, harga gas, harga listrik, dan berbagai harga-harga lainnya yang terus melonjak selama tahun 2022 ini.

Diperlukan komitmen lebih serius untuk atasi pengangguran dan kemiskinan, sebagai dampak pandemi selama dua tahun ini.

Menurutnya, kabinet mesti kompak dan tidak membahas isu-isu lain yang tidak memberikan solusi atas permasalahan rakyat.

“Jangan sibuk memikirkan kepentingan untuk mengamankan, apalagi melanggengkan kekuasaan saja,” demikian Herzaky.

ARTIKEL LAINNYA