Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menko Airlangga: Pandemi dan Stabilitas Ekonomi Terkendali Karena Kolaborasi dengan Polri

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 19 Mei 2022, 23:19 WIB
Menko Airlangga: Pandemi dan Stabilitas Ekonomi Terkendali Karena Kolaborasi dengan Polri
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Net
Kolaborasi antar institusi telah membuahkan hasil kasus aktif Covid-19 secara nasional terus melandai dan mobilitas masyarakat kembali menuju normal.

Bahkan, situasi Covid-19 setelah libur Lebaran masih terkendali yaitu hanya pada kisaran 200 kasus per hari, setelah sempat berada diatas 55 ribu pada akhir Februari 2022 akibat varian Omicron.

Seiring dengan kondisi itu, Presiden Joko Widodo telah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di tempat terbuka dan penyesuaian protokol kesehatan untuk perjalanan dalam dan luar negeri berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 18 dan 19 tahun 2022, yaitu tidak perlu melakukan tes PCR maupun antigen apabila sudah menerima vaksinasi dosis lengkap.

Dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sinergi antar institusi itu harus dilanjutkan dalam menghadapi tantangan yang akan muncul setelah pandemi Covid-19.

“Belajar dari pengalaman di 2021, kolaborasi dan sinergi adalah hal penting mengingat banyak tantangan ke depan yang akan dihadapi selain pandemi Covid-19," kata Airlangga Hartarto ketika memberi materi pembelajaran pada Sespimti Polri Dikreg ke-31 T.A. 2022, Kamis (19/5).

Dikatakan Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 yaitu 5,01 persen (yoy), dan menjadi yang lebih baik dari negara-negara lain.

"Misalnya Korea Selatan (3,07 persen), Singapura (3,40 persen), Jerman (4 persen), Amerika Serikat (4,29 persen), Tiongkok (4,8 persen), dan kita hanya sedikit di bawah Vietnam (5,03 persen),” katanya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga mengungkapkan, bahwa terjadinya konflik antara Rusia dan Ukraina berpengaruh terhadap kondisi penawaran dan permintaan di pasar dunia. Misalkan, hal ini berdampak pada terganggunya pasokan energi, pangan, serta komponen input produksi di dunia.

“Meski demikian, kita juga masih memiliki peluang yang diharapkan mampu menjadi faktor pendorong bagi pertumbuhan ekonomi nasional, seperti penurunan kasus Covid-19, pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia, kenaikan harga komoditas utama ekspor (nikel, CPO, batu bara), serta reformasi struktural yang akan mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja,” terangnya.

Lanjutnya, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik di awal 2022 ini. Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi terdorong dari konsumsi, investasi, dan ekspor yang tumbuh positif. Demikian pula, dari sisi penawaran hampir semua sektor tumbuh positif merespon peningkatan permintaan.​

Capaian ini juga tidak lepas dari dukungan Polri menyukseskan kebijakan PPKM serta program vaksinasi masyarakat umum, lansia, dan anak-anak, teermasuk juga penyaluran berbagai Program Perlindungan Sosial yang termasuk dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Masih kata Airlangga, anggaran PEN di 2022 sebesar Rp 455,62 triliun dan telah terealisasi sebesar Rp 70,37 triliun atau 15,4 persen per 28 April 2022.

“Pada Kuartal II-2022 ini, terdapat momentum ekonomi akibat adanya kebijakan pelonggaran mudik lebaran. Saya mengapresiasi kerja keras Polri dalam pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran yang lalu," tuturnya.

"Alhamdulillah, mudik tahun ini bisa kita lakukan tanpa disertai dengan lonjakan kasus Covid-19, dan diperkirakan dengan adanya aktivitas mudik ini akan dapat mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 1,09 persen atau mendorong pertumbuhan PDB pada kuartal II sebesar 0,56 persen,” imbuhnya.

Di samping kesuksesan dalam penyelenggaraan mudik lebaran 2022, kata Airlangga lagi, di tahun ini juga inflasi pada Ramadhan dan Idulfitri berhasil dijaga.

“Terima kasih kepada jajaran Polri, terutama Satgas Pangan yang terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok,” demikian Airlangga.

ARTIKEL LAINNYA