Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Perisai Desak Dubes RI untuk Singapura Minta Maaf kepada UAS dan Umat Islam

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 20 Mei 2022, 20:52 WIB
Perisai Desak Dubes RI untuk Singapura Minta Maaf kepada UAS dan Umat Islam
Massa aksi Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) DKI Jakarta/RMOL
Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) DKI Jakarta dan elemen umat Islam turun jalan menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Singapura, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (20/5).

Aksi unjuk rasa itu, untuk menyampaikan protes mereka terhadap perlakuan tidak menyenangkan otoritas Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad yang dilarang masuk dan dipulangkan oleh imigrasi Singapura.

Koordinator Lapangan Perisai DKI Jakarta Muhammad Senanatha mengatakan, perlakuan kurang sopan Singapura terhadap ulama yang disegani umat muslim di Indonesia juga di Malaysia dan Brunei Darussalam terebut telah menyakiti hati umat Islam.
 
“Rezim saat ini tidak berpihak pada Islam, khususnya kepada seorang WNI sekaligus ulama yang sangat dihormati. Tidak hanya di dalam negeri, UAS juga masyhur di negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam,” kata Senanatha.

Menurutnya, sikap Singapura tersebut merupakan bagian dari Islamophobia. Bahkan, patut disayangkan karena Ketuaan Besar Indonesia juga bersikap diam saja dan seperti lepas tangan terhadap kasus yang menimpa UAS.

"Alih-alih melindungi atau membantu WNI yang sedang mengalami masalah seperti UAS, Dubes RI untuk Singapura malah justru meminta pihak lain (UAS) agar meminta penjelasan langsung ke Kedubes Singapura di Jakarta. Kalau begitu, untuk apa ada perwakilan diplomatik di Singapura,” katanya.
 
Senanatha menuturkan sikap yang dikeluarkan Singapura terhadap UAS, tidak ada keterangan detil terkait pencekalan UAS.

"Pemerintah Singapura hanya menyatakan bahwa UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura,” ujarnya.

Dia menambahkan Singapura terkesan membutakan diri terhadap program PBB Anti Islamophobia, serta berlaku unfairness, tidak adil, dan diskriminatif terhadap tokoh agama Islam.  
 
"Yang jelas tindakan Pemerintah Singapura ini justru menunjukkan sikap Islamofobia, bukan hanya terhadap UAS tetapi terhadap anggota keluarga dan teman UAS lainnya. Serta dapat merusak hubungan baik antar-etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara,” katanya.
 
Atas dasar itu, Perisai mengecam Singapura karena telah mendeportasi UAS tanpa alasan yang jelas. Singapura harus meminta maaf secara langsung kepada umat Islam Indonesia karena telah mendeportasi UAS beserta rombongan.

Apabila dalam tempo 2x24 jam Pemerintah Singapura belum meminta maaf, maka Pemerintah RI harus meninjau ulang hubungan Diplomatik RI-Singapura.

"Mendesak Dubes RI, Suryopratomo untuk meminta maaf kepada UAS umat Islam Indonesia karena telah bersikap acuh tak acuh pada kasus tersebut. Kami akan datang lagi ke kedubes singapore dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi jika tuntutan kami tidak di penuhi,” demikian Senanatha.

ARTIKEL LAINNYA