Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Makalah Likuifaksi Pasigala, Antar Kader Muda Nasdem Palu Wakili Indonesia di Ajang Diplomat Dunia

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 23 Mei 2022, 18:44 WIB
Makalah Likuifaksi Pasigala, Antar Kader Muda Nasdem Palu Wakili Indonesia di Ajang Diplomat Dunia
Kader Muda Partai Nasdem Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ista Nur Masyithah/Net
Kader Muda Partai Nasdem Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ista Nur Masyithah terpilih menjadi wakil Indonesia ke ajang ​Arab Youth International Model United Nations (MUN) di Dubai, Uni Emirat Arab akhir bulan ini. Ista terpilih dari 5.422 pelamar seluruh dunia usai menjalani seleksi ketat.

Perempuan berusia 28 tahun itu, merupakan penyintas Bencana Likuifaksi Petobo tahun 2018 lalu. Makalah Ista yang berisi pengalamannya saat terjun bersama Nasdem membantu penanganan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sigi, Donggala (Pasigala) mengantarkannya ke ajang yang diikuti 193 negara.

Ista mengatakan, keberhasilannya itu tidak lepasa dari doa dan dukungan orang tua. Tidak lupa, dia selalu menanamkan semangat dalam diri untuk terus percaya diri dengan semua mimpi-mimpi yang ingin dicapai.

"Bermimpilah setinggi langit, kerjakan tahapannya, bangun jalannya, laksanakan. Urusan berhasil atau tidak itu urusan yang di atas jadi harus selalu optimis," kata Ista dalam keterangannya, Senin (23/5).

Ista mengaku, hampir saja melewati proses pendaftaran ulang pasalnya email pemberitahuan yang dikirimkan panitia baru dibaca Ista pada seminggu kemudian. Dia baru membaca pemberitahuan tersebut pada tengah malam saat hendak melaksanakan shalat tahajud.

"Saya buka emailnya tengah malam semacam tidak percaya sekitar tiga jam saya pikir ini betul tidak saya lulus. Saya langsung menghubungi kaka Yahdi dan teman-teman yang lain, ini betul kah saya lulus dari 5.422 orang yang kirim makalah internasional ini saya masuk satu diantaranya," kata Ista.

Wakil Ketua DPD Nasdem Palu itu memang dikenal gigih bergerak untuk membantu masyarakat saat bencana likuifaksi lalu. Bahkan, Ista sempat menjadi relawan sekolah darurat Sukma Bangsa di Petobo bersama Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPP Nasdem Ahmad Baidhowi AR.

"Kita diminta menulis makalah semacam paper itu saya laksanakan apa yang kita lakukan. Di Kota Palu dan Sulteng itu Nasdem identik sekali dengan respon cepat terhadap bencana. Semua langkah itu lah yang saya tuangkan ke dalam paper," tuturnya.

Ista yang juga ikut membantu relawan-relawan seperti Federasi Palang Merah Internasional atau International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) saat bencana itu melihat langsung bagaimana hancurnya tanah kelahirannya akibat diterjang tsunami dan likuifaksi.

Untuk itu, Ista menyadari bahwa dibutuhkan kerja bersama dari seluruh pihak masyarakat. Dia terus bergerak bersama Nasdem Sulteng dan Nasdem Palu karena tidak ingin warga Palu bergantung kepada relawan apalagi menjadi orang yang hanya bisa menerima bantuan.

"Kita edukasi masyarakat, kami betul-betul bergerak bersama kaka Yahdi dan teman-teman yang betul-betul menjiwai urusan penanganan bencana ini memang motornya Partai Nasdem di sini," tambah Ista yang juga bagian dari Komunitas Politik Bantaya (Barisan Teman Yahdi).

Dalam paper yang dia tulis, memuat banyak pelajaran penting dari fenomena alam yang menimpa Pasigala khususnya Petobo. Bahkan, dunia ikut terguncang karena besarnya bencana tersebut.

"Peristiwa likuifaksi Petobo sudah cukup sebagai pengingat bagi kita yang hidup di ring of fire dan khususnya kami yang hidup di atas sesar kedua teraktif sedunia untuk mampu beradaptasi dengan kondisi alam," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, harus bersinergi dengan masyarakat karena dia meyakini pemerintah dan masyarakat tak akan bisa berjalan masing-masing tanpa saling melengkapi.

"Pelembagaan masyarakat ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengawalan proses kebijakan pemerintah, khususnya dalam hal kebencanaan," tuturnya.

Ista berkeliling langsung dari tenda ke tenda di pengungsian, hingga rapat-rapat Pansus Bencana Pasigala yang Yahdi pimpin di DPRD. Ista juga beberapa kali menerima demo dari korban bencana, hingga proses litigasi kasus hukumnya ketika harus dibawa ke Pengadilan Negeri Palu.

"Semua saya rekam jelas dan poinnya saya tuangkan jadi isi makalah berbahasa Inggris berjudul Manajemen Krisis Kebencanaan Berbasis Pelembagaan Masyarakat,” demikian Ista.

ARTIKEL LAINNYA