Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Berani Ambil Keputusan, Sudah Tepat Luhut Ditugasi Atasi Masalah Minyak Goreng

LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Kamis, 26 Mei 2022, 16:45 WIB
Berani Ambil Keputusan, Sudah Tepat Luhut Ditugasi Atasi Masalah Minyak Goreng
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk Presiden Jokowi atasi masalah minyak goreng/Net
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali mendapatkan tugas baru dari Presiden Joko Widodo untuk mengatasi masalah kelangkaan dan mahalnya harganya minyak goreng. Penunjukan ini mendapatkan respons yang beragam.

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Ubaidillah Amin Moch menilai, penunjukan Luhut mengurusi minyak goreng adalah langah tepat. Sebab, kualitas mantan Danjen Kopassus itu dalam mengurusi masalah negara sudah teruji.

"Beliau selalu cepat, tegas, dan berani dalam mengambil keputusan strategis. Dan sudah sepetutnya kita mengapresiasi kinerja beliau," demikian kata Ubaidillah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (26/5).

Pria yang juga Pengurus Lembaga Falakiyah PBNU ini menjelaskan alasan mengatakan apa yang dilakukan Jokowi sudah tepat. Kata Ubaidillah, hal yang paling gamblang dan langsung dirasakan masyarakat ketika Luhut diberi mandat oleh presiden menangani pandemi virus corona baru (Covid-19).

Saat itu, pengamatan Ubaidillah, dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan, varian delta covid-19 bisa diatasi. Padahal, banyak negara di dunia meremehkan Indonesia dalam hal penanganan pandemi, khususnya varian delta.

"Belum lagi penugasan presiden ke Pak luhut terkait me-manage penjualan batubara kala itu," tambah Ubaidillah.

Pria yang juga petinggi di PP Pagar Nusa ini berpandangan, selama bekerja, Luhut nampak selalu mengapresiasi jajaran yang membantunya bekerja. Ia juga melihat, Luhut terkesan bekerja tanpa beban.

Ia juga mengapresiasi strategi Luhut mengatasi masalah minyak goreng. Bagi Ubaidillah, audit perusahaan sawit dan termasuk alamat kantor perusahannya sangatlah penting untuk memastikan apakah korporasi yang terkait dengan produk sawit dan turunannya memang benar-benar memberi kontribusi bagi Indonesia.

"Sangat penting diketahui luas lahan masing-masing korporasi, bagaimana status HGU (hak guna usaha)-nya dan administrasi perusahaannya seperti apa. Itu langkah besar," pungkas Ubaidillah.

ARTIKEL LAINNYA