Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kenang Sosok Buya Syafii Maarif, Saleh Daulay: Beliau adalah Orang Tua, Guru dan Mentor Saya di Muhammadiyah

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Jumat, 27 Mei 2022, 14:23 WIB
Kenang Sosok Buya Syafii Maarif, Saleh Daulay: Beliau adalah Orang Tua, Guru dan Mentor Saya di Muhammadiyah
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay/Net
Duka mendalam atas kepergian Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif turut dirasakan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay.  

Buya Syafii, begitu sapaan akrab almarhum, menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 10.15 WIB di RS PKU Muhammadiyah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

“Saya sangat berduka atas wafatnya ayahanda Syafii Ma'arif. Beliau memiliki tempat khusus di dalam hati sanubari saya. Tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa beliau adalah orang tua saya, guru saya, mentor dan senior saya di Muhammadiyah,” ucap Saleh Daulay.

Saleh yang juga mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini sangat dekat dengan sosok almarhum Buya Syafii Maarif.

"Saya banyak berinteraksi dengan beliau saat masih menjabat ketua umum PP. Muhammadiyah. Tidak hanya di Muhammadiyah, saya juga dipercaya oleh beliau untuk menjadi direktur program di Ma'arif Institut. Ketika saya menjabat Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, beliau sering sekali memberi nasehat. Nasehatnya selalu tajam, geniune dan kritis. Arahnya, bagaimana agar kami generasi muda memiliki kepekaan tinggi terhadap dinamika sosial, ekonomi, politik di Indonesia,” kenang Saleh.

Saleh mengatakan dirinya terakhir berkomunikasi dengan almarhum Buya Syafii sebelum masuk mendiang masuk sakit. Waktu itu, beliau meminta Saleh membeli buku 'HAMKA & ISLAM: Reformasi Kosmopolitan di Dunia Melayu'. Selain karena sejalan dengan isu dunia Melayu yang juga menjadi tema penelitian saya, Buya juga ingin agar saya bisa membumikan profile Hamka dalam politik dan kehidupan sosial.

"Itulah buya. Tidak pernah lupa pada kami. Selalu tulus memberi nasehat. Dulu, waktu banyak orang pindah-pindah partai, dia bilang ke saya. Kamu jangan loncat-loncat. Sekali di PAN tetap harus di PAN. Kalau pindah-pindah, itu menandakan sikap pragmatisme yang tidak berujung,” katanya.

Saat ini, Buya Syafii telah wafat. Banyak warisan yang ditinggalkan. Karya tulis banyak yang sudah ditorehkan. Banyak sudah orang yang mengkaji pemikiran beliau dalam bentuk skripsi, tesis, bahkan desertasi. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.

“Ini menunjukkan pengakuan luar biasa dari dunia akademisi atas kontribusi beliau bagi Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Saleh, Buya Syafii Maarif adalah sosok yang sangat disegani. Para politisi akan sangat mendengarnya. Bahkan tidak jarang, mereka datang secara khusus untuk meminta nasehat.

Seperti biasa, Buya akan menyampaikan nasehat secara tegas, lugas, dan bermartabat. Dia memberi nasehat bukan untuk mengharapkan sesuatu. Semuanya selalu dilakukan dengan ketulusan.

Sikap itu telah terpatri sejak lama. Mungkin karena pengalaman hidup yang dijalaninya. Buya menganggap bahwa apa yang diraihnya hari ini jauh dari apa yang pernah dibayangkan sebelumnya.

“Dulu beliau sangat susah. Sampai-sampai, beliau pernah bilang seperti ini. “Kalau bukan karena belas kasihan ombak, maka tidak mungkin saya terhempas ke tepian pantai". Begitulah ungkapan yang disampaikan untuk menggambarkan keprihatinan hidupnya,” kenangnya.

Menurut Saleh, Kecintaan Biya pada bangsa Indonesia adalah bagian dari rasa syukurnya. Dia merasa bahwa berbagai ketidakadilan, kesenjangan, konflik dan kekerasan harus diakhiri. Indonesia harus menjadi rumah bagi semua. Tidak boleh ada diskriminasi. Tidak boleh ada yang ditinggalkan. Semua harus diperlakukan sama, setara, dan adil.

"Saya yakin, semua kontribusi pemikiran dan aktivitas beliau selama ini akan menjadi amal kebajikan. Kami akan rindu padamu Buya. Banyak pekerjaan dan nasehatmu yang masih perlu dibumikan. Selamat jalan dan semoga Allah memberikan ridha dan ampun,” demikian Saleh Daulay.

Jenazah Buya Syafii Maarif sedang dishalatkan di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Seusai disholatkan, jenazah Buya Syafii rencananya akan dimakamkan di pemakaman husnul khatimah Kulonprogo.

"Buya dibawa ke masjid besar Kauman untuk disalatkan selepas jumatan hingga ashar. Lanjut akan dimakamkan di pemakaman husnul khatimah di Kulonprogo," kata Ketua MDMC Muhammadiyah Budi Setiawan kepada wartawan.

ARTIKEL LAINNYA