Sembilan Calon Presiden 2024
Sembilan Calon Presiden 2024
Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kemungkinan Spanduk Dukungan Bermunculan, Firli Bahuri: Salah Satunya Ada Kelompok Ingin Provokasi

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Minggu, 29 Mei 2022, 15:39 WIB
Kemungkinan Spanduk Dukungan Bermunculan, Firli Bahuri: Salah Satunya Ada Kelompok Ingin Provokasi
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri/RMOL
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri membaca ada dua kemungkinan munculnya spanduk yang berisi dukungannya untuk maju sebagai pemimpin di 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Firli di akun Twitter pribadinya @firlibahuri merespons adanya beberapa rekannya yang mengirimkan beberapa gambar dan video terkait spanduk yang beredar di beberapa sudut kota.

"Saya, oleh mereka dimintai penjelasan tentang apakah ini memang sebuah langkah kerja atau suatu yang tidak terencana. Bahkan sebagian ada yang menyindir saya tentang kenapa mereka tidak di ajak sebagai Tim sukses," ujar Firli setelah dikonfirmasi ulang Kantor Berita Politik RMOL, Minggu sore (29/5).

"Ada yang lebih jauh bertanya tentang harus mendaftar diri menjadi relawan di mana. Ada-ada aja pikir saya. Memang ini tidak bisa dihindari sebagai public figure," sambung Firli.

Firli pun sedikit memberikan komentar terhadap fenomena yang berkembang soal keberadaan beberapa spanduk dukungan di lapangan yang dilaporkan kepadanya.

"Sesungguhnya sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa spanduk itu sama sekali saya tidak tahu dan tidak ada Inisiatif apapun yang datang dari saya dan saya tidak memahami bagaimana ia bisa muncul," kata Firli.

Firli pun membaca ada dua kemungkinan yang terjadi atas muncul spanduk-spanduk yang menjadi pembahasan publik saat ini.

"Mungkin saja atau ada dua kemungkinan yang terjadi, yang pertama adalah sekelompok orang sengaja menyebarkannya untuk memprovokasi keterlibatan saya dalam politik," terang Firli.

Padahal kata Firli, dirinya sudah berulang kali menegaskan bahwa dirinya adalah penegak hukum yang sama sekali tidak boleh berpolitik.

Selanjutnya kemungkinan yang kedua adalah, sebagian masyarakat belum mengerti bagaimana cara mengekspresikan pendapat dan prosedur penyampaian pendapat terkait presiden yang akan datang.

"Sehingga mereka secara apa adanya mencoba mencantumkan aspirasi mereka di atas sebuah spanduk. Memang di sebagian spanduk itu sebenarnya tidak ada kalimat atau kata-kata tentang saya sebagiannya artinya mungkin saja mereka hanya menghendaki siapa pun yang bisa memberantas korupsi itulah orang yang mereka ingin calonkan," jelas Firli.

ARTIKEL LAINNYA