Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Prabowo Munculkan Diksi "Tidak Harus Saya" di Hadapan Surya Paloh karena Memperhitungkan Nasdem?

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 02 Juni 2022, 22:40 WIB
Prabowo Munculkan Diksi
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto/RMOL
Sebuah diksi dimunculkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, setelah bertemu Ketua Umum Partai Gerindra, Surya Paloh, selama lima jam.

Bahasa politik yang disampaikan Prabowo yakni "tidak harus saya".

Lantas, apakah pernyataan Prabowo tersebut ditujukan karena Nasdem dan Surya Paloh diperhitungkan, sehingga Menteri Pertahanan itu tengah memberi pesan tidak akan maju dalam Pilpres 2024?

Pertanyaan tersebut dijawab pengamat politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun, dalam talkshow Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Disowani Prabowo, Surya Paloh King Maker Pilpres?", yang digelar Kantor Berita Politik RMOL secara virtual, Kamis (2/6).

Menurut sosok yang kerap disapa Ubed ini, Prabowo yang bilang "tidak harus saya" di hadapan Surya Paloh memberikan kesan dirinya tak ambisius dan sedang membuka langkah cadangan apabila tidak jadi berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

"Tentu saja dia sedang menjajaki apa respon Surya Paloh (lewat bahasa atau diksi itu)," ujar Ubed.

Dalam konteks pencalonan presiden, Ubed menilai Surya Paloh dan Partai Nasdem sebagai salah satu pihak yang memiliki pengaruh besar dalam pemenangan Pilpres.

Sebagai contoh, pada Pilpres 2019 lalu Nasdem yang paling depan dan pertama mengumumkan capres yang diusungnya adalah Joko Widodo.

Sedangkan dari sisi tawar pemenuhan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), pada 2019 lalu Nasdem memperoleh kursi parlemen sekitar 9 persen.

"Jadi memang posisi Nasdem itu di bawah Gerindra, kemudian Golkar dan PDIP. Tapi sebagai sebuah kekuatan partai yang berada di posisi keempat, saya rasa Prabowo menghitung posisi Nasdem," tandas Ubed.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA