Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Harlah Kesatu, Ini Catatan Prima Menyikapi Kondisi Indonesia

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Minggu, 05 Juni 2022, 19:39 WIB
Harlah Kesatu, Ini Catatan Prima Menyikapi Kondisi Indonesia
Waketum Prima, Alif Kamal/RMOL
Tepat satu tahun usia Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) pada 1 Juni 2022 dirayakan dengan melakukan ziarah ke makam para pahlawan, para pejuang pendahulu yang menjadi tonggak berdirinya bangsa dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Prima, Alif Kamal mengatakan bahwa 1 Juni 2022 merupakan tepat satu tahun Prima berdiri. Prima kata Alif, lahir di tengah kawah candra di muka, saat bumi gonjang-ganjing, kondisi kehidupan bangsa morat-marit terhimpit pandemi Covid-19, dan kerasnya tekanan alam liberal kapitalistik di bawah kendali oligarki.

"Prima lahir bertepatan dengan kelahiran Pancasila, falsafah dan dasar negara yang menjadi bintang arah bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita masyarakat Indonesia adil makmur, bahagia," ujar Alif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/6).

Dalam peringatan Harlah pertama Prima ini kata Alif, mengambil tema "Bersama Prima, Indonesia Adil, Makmur, Bahagia". Dalam peringatan itu, diisi dengan pidato Ketua Umum (Ketum) Prima Agus Jabo Priyono di Kampung Ilmu Kota Surabaya.

Selain itu, dilaksanakan secara nasional dengan melakukan ziarah ke makam para pahlawan, para pejuang pendahulu yang menjadi tonggak berdirinya bangsa dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

"DPP Prima menggelar puncak peringatan Harlah dengan berkunjung ke rumah pahlawan H.O.S Tjokroaminoto di Jalan Peneleh Gang VII Genteng Surabaya Jawa Timur. Dari rumah itu, para pemimpin bangsa digembleng lahir batin, merumuskan konsep, membangun alat perjuangan dan membangun harapan, Indonesia merdeka," kata Alif.

Adapun daerah-daerah yang menggelar peringatan Harlah Prima ke-1 kata Alif, adalah dari ujung barat dilakukan oleh DPW Aceh melakukan ziarah ke makam Syiah Kuala seorang ulama besar yang sangat ahli tentang hukum dan adat pada masa Kesultanan Iskandar Muda.

Selanjutnya DPW Bengkulu berziarah ke rumah Fatmawati dan ke Makam Sentot Alibasah; DPW Lampung berziarah dan melakukan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan di Bandar Lampung; DPW Banten menggelar peringatan Harlah ke-1 Prima dengan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kota Serang Banten.

Selanjutnya, DPW DKI Jakarta juga melakukan ziarah ke makam Wakil Presiden Pertama RI Mohamad Hatta; DPW Jawa Barat berziarah ke makam Marhaen di Bandung Jawa Barat; DPW Jawa Tengah menggelar halal bihalal yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPK se-Jawa Tengah di Magelang Jawa Tengah.

Kemudian, DPW Jawa Timur menjadi tuan rumah puncak perayaan Harlah Prima ke-1; DPW Nusa Tenggara Timur membuat podcast tentang Peringatan Harlah Prima ke-1 yang bekerjasama dengan channel Metro Timur; DPW Sulawesi Tenggara melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Watubangga Kota Kendari.

Lalu, DPW Sulawesi Utara melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Perempuan Maria Walanda Maramis; DPW Papua menggelar puncak peringatan Harlah Prima ke-1 dengan melakukan syukuran dan potong kue di sebuah cafe di Jayapura Papua; dan DPW Papua Barat menggelar syukuran di Pantai Amban Manokwari Papua Barat.

Ziarah makam dan kunjungan ke rumah para pahlawan tersebut kata Alif, selain untuk mengenang jasa mereka dalam memerdekakan bangsa Indonesia, juga ada hal penting yang harus selalu diingat, yaitu konsep membangun Indonesia merdeka yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.

"Kita berkewajiban serta memiliki tanggung jawab besar untuk berjuang mewujudkan cita-cita mereka, yaitu Indonesia yang berdikari, demokratis, adil makmur, bahagia," terang Alif.

Menurutnya, sebagai bangsa besar, tidak boleh melupakan perjuangan para pendahulu beserta cita-citanya. Karena, penyelewengan terhadap cita-cita luhur para pendiri bangsa, akan menyebabkan bangsa tersesat, keluar dari rute menuju Indonesia yang adil makmur.

"Seperti situasi kondisi bangsa sekarang ini, karena tidak memahami hakekat dan tujuan Indonesia merdeka, banyak elit politik justru mengembalikan situasi bangsa seperti zaman sebelum Indonesia merdeka. Rakyat Indonesia belum berkuasa penuh atas tanah air seisinya, karena kehidupan kembali ke alam liberal kapitalistik, dengan segelintir orang super kaya mengendalikan kehidupan berbangsa dan bernegara," jelas Alif.

Dalam harlah ke-1 ini kata Alif, Prima meneguhkan kembali komitmen perjuangannya untuk mewujudkan Indonesia yang demokratis, maju, adil makmur, bahagia dengan tetap berlandaskan jati diri bangsa, Pancasila, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah dan tidak terus menerus menjadi follower bangsa lain.

"Tak lupa segenap keluarga besar Partai Rakyat Adil Makmur menyampaikan hormat setinggi-tingginya serta mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara harlah tersebut," tutur Alif.

Prima juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh, pimpinan partai politik maupun lembaga negara lainnya yang sudah meluangkan waktunya memberikan ucapan atas Harlah Prima ke-1.

Ucapan terimakasih itu disampaikan kepada, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad; anggota DPD-MPR RI, Riri Damayanti Jhon Latief; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdi Mastura; Ketum PSI, Giring Ganesha; Ketum Partai Pelita, Benny Pramula; Ketum Pandai, Farhat Abbas; Waketum Nasdem, Willy Aditya.

Selanjutnya, Waketum PAN Viva Yoga Mauladi; Ketua Bidang Seni dan Budaya Partai Gelora, Deddy Mizwar; Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief; Ketum DPP PGK, Bursah Zarnubi; dan Bupati Pesawaran Lampung, Dendi Ramadhona.

"Atas segala harapan dan doanya. Mari bersama-sama kita bahu membahu, bergotong royong, bersatu, mewujudkan Indonesia yang adil makmur dan bahagia, sesuai harapan dari para pendiri bangsa kita," pungkas Alif.

Sementara itu, dalam pidato politiknya, Ketum Prima Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa, jika di Tiongkok, Sun Yat Sen meletakkan prinsip dasar, San Min Cui, Nasionalisme, Demokrasi dan Sosialisme, untuk membangun negara republik.

"Maka Indonesia memiliki H.O.S Tjokroaminoto yang mengajarkan tentang konsep kebangsaan, persamaan dan kekeluargaan," kata Agus Jabo.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA