Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Airlangga: KIB Punya Kader Sendiri, Tak Mungkin Usung Kader Partai Luar

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 08 Juni 2022, 13:16 WIB
Airlangga: KIB Punya Kader Sendiri, Tak Mungkin Usung Kader Partai Luar
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist
Salah satu tujuan dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu adalah agar partai-partai yang berada di dalamnya bisa mengusung calon presiden dan wakil presiden sendiri. Dapat dipastikan, kader yang kelak diusung berasal dari partai-partai internal mereka.

Sehingga, ditegaskan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak akan mengusung capres dari kader partai politik lain.

Kerja sama antara Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk KIB sudah cukup untuk memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. Namun, KIB menegaskan, masih terbuka dengan kemungkinan bergabungnya parpol lain dalam kerja sama ini.

Menurut Airlangga, baik Golkar, PAN, maupun PPP, memiliki kader yang mumpuni untuk didorong sebagai capres. KIB tidak perlu memikirkan untuk mengusung kader partai lain, apalagi mengusung Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP.

“Golkar, PPP, dan PAN punya kader sendiri dan kemarin Pak Zul (Ketum PAN Zulkifli Hasan) juga menyampaikan bahwa di PAN ada Pak Zul, di PPP ada Pak Suharso (Ketum PPP Suharso Monoarfa). Dan, tentu ini disiapkan untuk mengembalikan bahwa politik itu harus berproses dari partai. Jadi saya pikir itu sudah jelas, karena masing-masing kan punya pasar dan lembaga sendiri-sendiri," tutur Airlangga, Rabu (8/6).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, dulu memang pernah ada pengalaman kader partai diusung partai lain tapi tidak diusung partainya sendiri. Namun, hal itu hanya berlaku untuk calon wakil presiden.

Saat itu, kader Golkar Jusuf Kalla diusung Demokrat untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono di Pilpres 2004.

Menurut Airlangga, paslon SBY-Jusuf Kalla saat itu memang tergatung dari capresnya SBY. Ketua Umum Demokrat saat itu meminang Jusuf Kalla untuk mendampinginya di Pilpres 2004.

"Ya itu kan tergantung dari presidennya. Waktu itu Pak Presidennya Pak SBY memilih Pak Jusuf Kalla," kata Airlangga.

Airlangga menegaskan, kondisi itu tidak berlaku bagi KIB. Menurutnya, KIB sudah sepakat untuk mengusung dari internal anggota koalisi.

"Ganjar kan bukan dari tiga partai ini, jadi itu sudah jelas. KTA (Kartu Tanda Anggota)-nya kan bukan dari Golkar, bukan dari PPP, bukan dari PAN. Jadi saya pikir itu sudah jelas," tegas Airlangga.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA