Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Dukung Sikap Gubernur Usir Dubes India dari Aceh, DPRA: Kita Mengutuk Mereka yang Menjadikan Agama sebagai Alat Berpolitik

LAPORAN: AGUS DWI
  • Kamis, 09 Juni 2022, 10:40 WIB
Dukung Sikap Gubernur Usir Dubes India dari Aceh, DPRA: Kita Mengutuk Mereka yang Menjadikan Agama sebagai Alat Berpolitik
Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin/Ist
Pernyataan kontroversial dua politisi partai berkuasa India, Partai Bharatiya Janata (BJP), Naveen Kumar Jindal dan Nupur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad SAW berdampak buruk terhadap Duta Besar India di Indonesia. Bahkan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah meminta Dubes India untuk Indonesia mengakhiri kegiatannya di Aceh.

Langkah Gubernur ini langsung mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Kita dukung dan apresiasi (Gubernur Aceh) dengan sikap itu. Kita juga mengutuk mereka yang menjadikan agama sebagai alat berpolitik," kata Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, dikutip Kantor Berita RMOLAceh, Rabu (8/6).

Sikap ini ditunjukkan sebagai bentuk kecaman terhadap dua politisi Partai Bharatiya Janata (BJP), Naveen Kumar Jindal dan Nupur Sharma, yang telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Sebelumnya, dukungan yang sama juga disampaikan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan meminta Dubes India berserta rombongan segera angkat kaki dari Tanoh Rencong.

Safaruddin menegaskan, sikap yang ditujukan politisi India telah memancing amarah umat Islam di dunia, termasuk masyarakat Aceh. Belakangan ini, sambung Safaruddin, politisi India yang beragama Hindu memang kerap menjadikan identitas agama lain dalam memprovokasi rakyatnya.

Karena itu, politikus Partai Gerindra ini meminta Dubes India untuk Indonesia meminta maaf kepada umat Islam di Indonesia atas perilaku buruk politisi mereka.

"Kita juga meminta dunia internasional bersikap, khususnya pimpinan negara muslim atas kasus ini. Kita tidak sudi agama dan Nabi kita dihina," tegasnya.

Untuk itu, Safaruddin mengajak masyarakat dan ulama Aceh secara khusus, dan umat muslim Indonesia pada umumnya untuk bersatu melawan Islampobia yang terjadi di India.

Ulah dua politisi India yang menghina Nabi Muhammad telah membuat 15 negara menunjukkan kemarahan dan kecaman.

Negara-negara tersebut adalah Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Yordania, Afghanistan, Pakistan, Bahrain, Maladewa, Libya, Turki, dan Indonesia. 
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA