Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Survei TBRC: Elektabilitas Airlangga Kokoh di Urutan Satu, Anies Keempat dan Andika Keenam

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Minggu, 19 Juni 2022, 03:55 WIB
Survei TBRC: Elektabilitas Airlangga Kokoh di Urutan Satu, Anies Keempat dan Andika Keenam
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto/Ist
Elektabilitas figur dari kalangan pemerintahan maupun partai politik terus mengalami perubahan, termasuk dalam survei terbaru Timur Barat Riset Center (TBRC).

Direktur Eksekutif TBRC, Yohanes Romeo menerangkan, sejumlah tokoh parpol dan juga kepala daerah memiliki pergeseran tingkat elektabilitas dalam survei terbarunya.

"Hasilnya nama Airlangga Hartarto paling banyak diplih oleh 23,9 persen responden, disusul oleh Prabowo dipilih sebanyak 18,6 persen, Ganjar Pranowo 9,8 persen responden, Anies Baswedan 4,9 persen, dan Khofifah Indar Parawansa 4,7 persen," ujar Romeo dalam keterangannya kepada redaksi, Sabtu (18/6).

Sementara jika melihat 10 besar, lanjut Romeo, terdapat nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang bertengger di urutan keenam dengan keterpilihan 4,2 persen. Disusul tokoh dari kalangan militer juga, yakni KSAD Jendral Dudung Abdurachman dengan keterpilihan 3,30 persen.

"Di urutan selanjutnya masih tokoh militer yaitu Gatot Nurmantyo 2,8 persen, ada nama Puan Maharani 2,7 persen; Budi Gunawan 2,6 persen; Moeldoko 2,6 persen; dan Agus Harimurti Yudhoyono 2,2 persen," sambungnya.

"Selain itu, ada Muhaimin Iskandar dengan elektabiltas 2,1 persen; Ridwan Kamil 1,8 persen; La Nyalla Mattallitti 1,2 persen; Sandiaga Uno 1,1 persen; dan Erick Thohir 0,9 persen. Sementara responden yang tidak menjawab 10,1 persen," pungkas Romeo.

Survei terbaru TBRC ini dilaksanakan pada medio 29 Mei hingga 12 Juni 2022 yang mengikutsertakan 2.200 responden Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih di 428 kabupaten/kota dalam 34 provinsi.

TBRC menggunakan metode multistage random sampling dalam surveinya, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,1 persen.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA