Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Cegah Penyebaran PMK Ternak, Pemerintah Percepat Vaksinasi dan Pemberian Obat

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 20 Juni 2022, 09:46 WIB
Cegah Penyebaran PMK Ternak, Pemerintah Percepat Vaksinasi dan Pemberian Obat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto percepat vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk ternak/Net
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan peningkatan dan mencegah meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terjadi akhir-akhir ini kepada hewan ternak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah mempercepat pengadaan dan distribusi vaksin dalam jumlah besar, dan sedang melakukan vaksinasi kepada hewan ternak.

“Dengan cara ini, diharapkan herd immunity bisa segera tercapai,” ujar Menko Airlangga dalam keterangannya, Senin (20/6).

Vaksinasi PMK perdana dilakukan pada 14 Juni 2022 di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Selanjutnya, akan didorong vaksinasi dasar, yaitu 2 kali vaksinasi dengan jarak 1 bulan, serta booster vaksin setiap 6 bulan.

Untuk melaksanakan program vaksinasi tersebut, akan dilakukan oleh sekitar 1.872 tenaga medis dan 4.421 paramedis.

Airlangga menambahkan, saat ini pemerintah sudah mengimpor 3 juta dosis, di mana 0,8 juta dosis dalam proses pengadaan pemerintah, 2,2 juta dosis sedang proses refocusing untuk pembiayaan anggarannya.

“Pemerintah sedang menyelesaikan pembelian vaksin 3 juta dosis agar bisa segera didistribusikan dan dilakukan vaksinasi pada ternak prioritas," jelasnya.

Adapun kebutuhan vaksin tercatat sekitar 28 juta dosis prioritas vaksinasi. Untuk memenuhinya, pemerintah akan bekerja sama dengan importir swasta dengan jumlah vaksin yang sesuai kebutuhan, dengan kontrol dan pengawasan pemerintah.

"Selain itu, pemerintah menyiapkan SDM terlatih untuk vaksinasi PMK serta penandaan (eartage) dan pendataan ternak,” jelas Menko Airlangga.

Sampai 18 Juni 2022, tercatat penyakit PMK telah menyebar ke 19 provinsi dan 199 kabupaten/kota, dengan jumlah kasus sakit sebanyak 184.646 ekor, sembuh 56.822 ekor (30,77%), pemotongan bersyarat 1.394 ekor (0,75%), kematian 921 ekor (0,50%), dan yang sudah divaksinasi sebanyak 51 ekor.

Sedangkan jumlah populasi seluruh ternak yang berisiko dan terancam (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 48.779.326 ekor.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA