Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo Tersangka, KPK Komitmen Beri Dukungan

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 27 Juni 2022, 21:22 WIB
Kejagung Tetapkan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo Tersangka, KPK Komitmen Beri Dukungan
Plt. Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri/RMOL
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Kejaksaan Agung (Kejagung) yang telah melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT Garuda Indonesia (Persero) tahun 2011-2021.

Apresiasi itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri menanggapi penyidikan perkara yang ditangani oleh Kejagung dengan tersangka yang juga sebelumnya telah diproses di KPK.

"Sebelumnya, KPK juga telah menangani perkara pada PT Garuda Indonesia terkait suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus, ATR, Bombardier dan Roll Royce serta tindak pidana pencucian uangnya. Yakni, di antaranya dengan tersangka mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan mantan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo," ujar Ali kepada wartawan, Senin (27/6).

Saat ini kata Ali, perkara yang menjerat keduanya yang ditangani oleh KPK telah berkekuatan hukum tetap. Dan para terpidana masih menjalani hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Sedangkan, penyidikan oleh Kejaksaan RI dalam sangkaan yang berbeda pada perkara di PT Garuda Indonesia ini merupakan wujud penguatan bersama penegakkan hukum tindak pidana korupsi di Indonesia," kata Ali.

Wujud penguatan penegakan hukum tindak pidana korupsi kata Ali, ditangani secara optimal dari kecukupan alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum sesuai prinsip-prinsip mekanisme hukum yang berlaku.

"Sehingga penegakkan hukum ini betul-betul dapat memberikan efek jera bagi para pelakunya, dan pemulihan bagi kerugian keuangan negara yang telah ditimbulkannya. Dalam proses penyidikan ini pun, KPK berkomitmen akan memberikan dukungannya sebagaimana semangat sinergi dalam pemberantasan korupsi antar-APH," pungkas Ali.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA