Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Bumikan UMKM, Kemenko Perekonomian Giat Goes to Campus di UNY

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 29 Juni 2022, 14:55 WIB
Bumikan UMKM, Kemenko Perekonomian Giat Goes to Campus di UNY
Kemenko Perekonomian Goes to Campus di Universitas Negeri Yogyakarta/Net
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap dilanjutkan, salah satunya klaster penguatan pemulihan ekonomi. Di klaster ini mencakup program dukungan bagi UMKM sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi.

Atas dasar itu, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian terus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk berwirausaha guna meningkatkan jumlah UMKM di Indonesia.

Bahkan Menko Airlangga Hartarto juga rajin memupuk semangat kewirausahaan kepada kaum muda, salah satunya di lingkungan kampus.

“Program kewirausahaan inisiasi kampus menjadi salah satu kunci keberhasilan penciptaan lapangan kerja dari lingkungan universitas. Diharapkan bisa memadukan ilmu pengetahuan dan inovasi membaca peluang, sehingga menghasilkan entrepreneur yang berkualitas,” ujar Menko Airlangga dalam Kemenko Perekonomian Goes to Campus secara daring di Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (28/6).

Dengan berwirausaha, kata Airlangga, para mahasiswa atau pun anak muda bisa menjadi game changer yang berkontribusi kepada pembangunan ekonomi Indonesia.

"Ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah dan civitas akademika untuk menciptakan SDM unggul dan juga bisa memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada. UMKM bangkit, ekonomi terungkit,” lanjut Ketum Partai Golkar ini.

Di sisi lain, pemerintah memahami bahwa pelaku UMKM pemula membutuhkan pembiayaan skala ultra-mikro. Oleh karenanya, UMKM pemula bisa mengakses kredit Mekaar, Kredit Umi (Ultra Mikro) ataupun KUR Super Mikro.

Jika membutuhkan modal yang lebih besar, juga dapat mengakses KUR dengan plafon maksimal Rp 500 juta.

“Pemerintah mendorong mahasiswa memanfaatkan KUR untuk pembiayaan usaha agar dapat memulai atau mengembangkan usahanya, sehingga menghasilkan produk dengan added value yang tinggi dan menjadi bagian global value chain,” tambah Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA