Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Buka Kejurnas Layangan Aduan, Anies: Bermain Layangan Kebiasaan Anak-anak di Indonesia

LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA
  • Sabtu, 02 Juli 2022, 22:20 WIB
Buka Kejurnas Layangan Aduan, Anies: Bermain Layangan Kebiasaan Anak-anak di Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka Kejurnas Layangan Aduan di Lapangan PIK 2, Jakarta Utara/RMOL
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak masyarakat Jakarta untuk mendukung olahraga layangan aduan menjadi cabang olahraga yang diperlombakan di Indonesia bahkan di tingkat dunia.

Hal itu disampaikan Anies dalam membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Layangan Aduan memperebutkan Piala Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan di Lapangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Sabtu (2/7).

"Bermain layangan adalah kebiasaan jutaan anak-anak di Indonesia. Masa kecil jutaan kita adalah memainkan itu di siang hari sampai sore, dan ini sekarang dikembangkan menjadi sebuah olahraga yang bisa dikompetisikan, karena itu, turnamen layangan aduan ini harus kita dukung," kata Anies.

Dengan kehadiran Kejurnas Layangan Aduan ini, Anies berharap akan melahirkan atlet penerus Legenda Layangan Aduan Indonesia, Akiat yang pernah menjadi juara dunia dalam turnamen Internasional pada 1998 sampai dengan 2004.  Anies pun mengenang bermain layangan sewaktu kecil hingga kerap terlewat tidur siang.

"Mudah-mudahan turnamennya berjalan lancar, dan Insyaallah nanti muncul atlet-atlet baru. Tapi ingat semboyan, di atas lawan, di bawah kawan," jelasnya.

Senada Anies, Legenda Layangan Indonesia, Akiat sangat berharap atlet layangan yang mengikuti turnamen ini dapat melanjutkan ke pertandingan tingkat internasional.

"Semoga setelah pertandingan ini kita bisa melanjutkan ke pertandingan juara dunia. Muncul juara piala dunia baru. Saya mengharapkan sekali," ungkap Akiat.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Layangan Aduan Seluruh Indonesia (PERLASI), Essa Muhammad menjabarkan kejuaraan ini merupakan kejuaraan layangan aduan terbesar se-Indonesia sebab diikuti peserta dari sepuluh provinsi.

EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA