Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Punya Kans jadi Pemimpin Masa Depan, Ini Kekurangan dan Kelebihan Anies, AHY dan Puan

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 04 Juli 2022, 16:51 WIB
Punya Kans jadi Pemimpin Masa Depan, Ini Kekurangan dan Kelebihan Anies, AHY dan Puan
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net
Polling RMOLVote "9 Capres 2024" dianggap membantu mengukur kekuatan, kelemahan dan kans dari tiga anak muda, yakni Anies Baswedan, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang akan diusung di Pilpres 2024 mendatang.

"Dari hasil polling RMOLVote dengan 82 ribu pemilih. Menarik untuk dicermati. Polling RMOL ini pasti beda dengan dengan Lembaga Survei dengan sampling sekitar 2000-an. Nampak polling RMOL selama dua pekan ini membantu mengukur kekuatan, kelemahan dan kans dari tiga anak muda, Anies Baswedan, Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudoyono," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (4/7).

Dari poling itu, AHY berada di urutan pertama dengan total 15.605 pemilih atau 19,01 persen dari 82.092 total pemilih. Sedangkan Anies, berada diurutan ke tiga dengan jumlah pemilih sebanyak 13.708 atau 16,7 persen. Sedangkan Puan, berada di urutan ke lima dengan jumlah pemilih 8.939 atau 10,89 persen.

"Kekuatan AHY adalah Ketum partai dan bukan menjabat jabatan publik. Tapi partainya tidak kritis lagi. Dan mulai kurang pro rakyat. Isu-isu kerakyatan tidak terdengar keluar dari Demokrat. Ini kelemahan AHY," kata Muslim.

Sementara kekuatan Puan kata Koordinator Indonesia Bersatu (KIB) ini, adalah sebagai Ketua partai penguasa, yaitu Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI.

Sedangkan kekuatan Anies adalah, sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan sejumlah prestasi, baik nasional maupun internasional.

"Kelemahan AHY adalah dia di bawah bayang-bayang SBY dan dinasti Cikeas. Kelemahan Puan adalah anak Megawati dan selalu berada kekuatan ibunya. Juga AHY. Di antara kekuatan AHY adalah sering tampil SBY sebagai King Maker dalam konstelasi sebagai mana Megawati mainkan konstelasi dan selalu membawa kekuatan Soekarno," jelas Muslim.

Puan dan AHY kata Muslim, mempunyai kekuatan dan kelemahan sekaligus, karena di bawah dominasi dari kekuatan orang tuanya, yaitu klan Soekarno dan dinasti Cikeas.

Padahal kata Muslim, Soekarno sebagai Proklamator dan Presiden, dan juga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai mantan presiden adalah milik bangsa dan rakyat Indonesia yang semestinya tidak di kotakkan dalam partai PDIP dan Demokrat.

"Soekarno, Megawati dan SBY adalah tokoh-tokoh bangsa dan mestinya tidak lagi disekat pada kotak-kotak partai. Mestinya Mega dan SBY membiarkan anak-anaknya sebagai petarung. Bukan sebagai anak Mami dan anak Papi dalam kancah perpolitikan nasional," terang Anies.

Berbeda dengan Puan dan AHY, Anies kata Muslim, meski trah dan garis keturunannya tokoh bangsa AR Baswedan, tapi nampaknya Anies tidak terjebak pada nama besar kakeknya.

"Bapak dan ibunya sebagai pendidik dan bukan politisi seperti Puan dan AHY. Nampaknya  Anies memiliki tampil dengan kapasitasnya dan tidak dengan menggelayuti nama besar kakeknya. Kelemahan Anies bukan tokoh partai dan tidak punya partai," tutur Muslim.

Ketiga anak muda tersebut jelas Muslim, mempunyai kekuatan dan kelemahan sekaligus. Ketiganya punya kans untuk memimpin Indonesia ke depan.

"Jika demokrasi dan kedaulatan rakyat sesuai dengan amanat konsitusi dan tanpa by design, akan lahir pemimpin Indonesia yang terbebas dari dinasti dan oligarki. Dan sebaliknya jika ketiga anak muda dilahirkan dari kekuatan settingan, Indonesia tidak akan menjadi negara kuat, maju dan disegani dunia," pungkas Muslim.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA