Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Punya Gaya Egaliter, IBSW: Tidak Salah Moeldoko Diberi Gelar Panglima Tani

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 06 Juli 2022, 00:43 WIB
Punya Gaya Egaliter, IBSW: Tidak Salah Moeldoko Diberi Gelar Panglima Tani
Sekjen HKTI Achmad Baiquni bersama Taufik Ridha, Ketua Bidang Usaha UMKM dan Usaha Tani HKTI/Ist
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) telah berlangsung pada 1-2 Juli 2022 di Ancol, Jakarta.

Sekretaris Jenderal Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Varhan Abdul Azis mengatakan, berbagai gagasan program mengemuka dalam Rakernas tersebut. Utamanya, revitalisasi organisasi HKTI yang dinilai semakin menyentuh rakyat banyak khususnya kaum tani.

Pada posisi ini, Varhan Azis mengapresiasi gaya kepemimpinan dalam periode kedua kepemimpinan Moeldoko sebagai ketua umum HKTI.

"Tidak salah beliau disebut panglima tani. Istilah ini merupakan gaya egaliter beliau dalam lingkungan sipil, walupun demikian kedekatan, keakraban dan hubungan tanpa sekat beliau terlihat nyata di dalam rakernas lalu," kata Varhan kepada wartawan, Selasa (5/7).

"Hal ini nampak dari interaktifitas beliau dengan para kader yang aktif menggali masukan-masukan," imbuhnya.

Varhan mencermati arahan Moeldoko, mengenai keterlibatan HKTI dalam Gugus Tugas Reforma Agraria yang dipimpin oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi sangat memudahkan.

"Jabatan KSP Moeldoko memberikan akses manfaat pada HKTI lebih luas untuk memberdayakan kaum tani. Selanjutnya pengawalan kerja sama HKTI dengan kementerian/lembaga menjadi angin segar yang memudahkan pelaksanaan program kader. Kalau bukan tokoh besar sepert Moeldoko yang memimpin HKTI tentunya akan sulit terakses," ungkapnya.

Dia juga meyakini, restrukturisasi organisasi HKTI dalam periode kedua ini akan menghasilkan langkah yang lebih akseleratif.

"Sekretaris Jenderal HKTI yang baru Achmad Baiquni adalah mantan Direktur Utama BNI dapat membawa anggota di seluruh Indonesia pada keterbukaan akses perbankan dan program manajerial ekonomi tani yang lebih baik," katanya.

"Ditambah Bendahara Umum HKTI Bachtiar Utomo yang juga Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Pramuka dapat menggiring kreatifitas program maksimal HKTI ke depan," terangnya.

Di samping itu, masih kata Varhan, masuknya pengusaha Taufik Ridha sebagai Ketua Bidang Usaha UMKM dan Usaha Tani diyakini dapat membuat para petani bisa menerima manfaat peran HKTI secara maksimal.  

Varhan pun berharap agar realisasi struktur HKTI menyeluruh seperti yang diarahkan Moeldoko dapat teraplikasikan segera.

"HKTI terbentuk di 34 provinsi adalah prestasi Moeldoko. Bila dapat terbentuk di 514 kabupaten/kota apalagi di 8 ribu lebih kecamatan melalui Gapoktan, HKTI bisa menjadi yang terbesar di kelompok perkumpulan," pungkasnya.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA