Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Survei: KIB Unggul di Segmen Pemilih Pengguna Media Digital, PDIP Pegang Segmen Wong Cilik

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Sabtu, 16 Juli 2022, 15:35 WIB
Survei: KIB Unggul di Segmen Pemilih Pengguna Media Digital, PDIP Pegang Segmen Wong Cilik
Direktur CPA LSI Denny JA, Ade Mulyana/Repro
Komunitas media digital atau netizen menjadi salah satu kantong suara baru yang memiliki potensi besar untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden (Pilpres) 2024.

Direktur CPA LSI Denny JA, Ade Mulyana mengatakan, dalam riset terbaru yang dilakukan mendapatkan temuan 50 persen pada Pemilu 2024 adalah pengguna media sosial aktif.

Dengan melihat dinamika politik yang terjadi saat ini, dipaparkan Ade Mulyana, potensi poros politik Pemilu 2024 sudah tergambar ada tiga poros utama.

Tiga poros itu adalah PDI Perjuangan yang bisa maju tanpa koalisi, lalu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dimotori Golkar, PAN, dan PPP. Serta koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang digerakkan Gerindra bersama PKB.

"Kalau kita lihat sekarang ini, ada tiga poros kekuatan utama, yakni PDIP dengan satu partai saja, juga ada koalisi yang sudah solid yakni KIB dan juga ada koalisi yang diprakarsai Gerindra dan mungkin juga PKB sebagai poros ketiga," Ade Mulyana dalam webinar bertajuk "Netizen Menentukan Pemenang Pilpres 2024", Sabtu (16/7).

Diantara tiga poros itu, lanjutnya, LSI Denny JA mencatatkan bahwa KIB paling diunggulkan di segmen pemilih pengguna aktif media digital atau netizen.

"Yntuk kantong suara netizen ini yang lebih unggul adalah KIB. Kenapa? Mungkin kalau kita lihat dari segmentasinya, pengguna media sosial rata-rata adalah mereka yang berasal dari perkotaan dan juga berpendapat tinggi," terangnya..

Untuk PDIP, kata Ade, sejauh ini mereka unggul di kantong-kantong suara wong cilik yang selalu menjadi jargon kampanye partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Untuk koalisi Gerindra PKB ini lebih unggul ke pemilih muslim. Jadi memang, dua koalisi ini yang belum unggul di segmen pemilih digital. Jadi mereka harus menargetkan segmen ini," urainya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, jika poros lain ingin menyalib KIB dan merebut suara di kantong pemilih digital, maka mereka harus mengkampanyekan narasi-narasi yang sesuai dengan tipikal atau segmen masyarakat berpendidikan dan penghasilan tinggi.

"Begitu pun juga dengan KIB, jika ingin merebut suara dari kantong suara wong cilik, narasi-narasi harus disesuaikan dengan wong cilik. Demikian juga dengan kantong suara pemilih muslim," demikian Ade.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA