On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Menko Airlangga: Perempuan Sukses Menjadi Global Exit Strategy di Tengah Krisis Akibat Pandemi Covid-19

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 21 Juli 2022, 21:39 WIB
Menko Airlangga: Perempuan Sukses Menjadi Global Exit Strategy di Tengah Krisis Akibat Pandemi Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto/Net
Perberdayaan perempuan adalah kunci dalam mengahdirkan solusi dari hambatan pergerakan ekonomi global selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Begitu garis besar sambutan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Women20 atau W20 yang tahun ini mengangkat tema “En Route to Gender Equality for Gender Welfare”.

"Menempatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di jantung forum adalah kunci untuk memberikan global exit strategy yang sukses. Hal ini penting karena di seluruh anggota G20 kesenjangan gender tetap ada dan menghambat pembangunan berkelanjutan," ujar Airlangga yang hadir secara virtual dalam KTT W20, Kamis (21/07).

Pada tahun ini, pemimpin G20 menyepakati untuk mengurangi kesenjangan gender dalam partisipasi angkatan kerja sebesar 25 persen pada tahun 2025 pada KTT 2014 di Brisbane, yang didukung dengan mendirikan Women 20 (W20) selama masa Presidensi Turki pada tahun 2015.

Melalui Presidensi G20 tahun 2022, kata Airlangga, Indonesia kini memiliki tanggung jawab besar untuk fokus pada penyampaian misi tersebut.

"Di pucuk pimpinan forum ekonomi utama dunia, kami ingin melihat hasil nyata dalam pemberdayaan ekonomi perempuan," katanya.

Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan, pada posisi itu Indonesia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendukung perempuan berinovasi dalam usaha.

Forum G20, kata dia lagi, akan memprioritaskan sharing best practice dalam mendukung perempuan untuk mengakses tools yang mereka butuhkan sebagai pengusaha, dan mengeksplorasi bagaimana merancang kerangka kerja yang terbaik untuk mendukung perempuan agar berhasil dalam usaha.

Pada sisi lain, dia mengapresiasi adanya tanda-tanda kemajuan dan kekuatan sebagai hasil dari pemberdayaan ekonomi perempuan. Saat ini, sekitar setengah dari anggota G20 telah menunjukkan kemajuan yang lebih baik dari yang diharapkan untuk mencapai tujuan 2025 dibandingkan dengan tahun 2012.

Di Indonesia, sambungnya, peran perempuan semakin signifikan dalam perekonomian nasional. Sebanyak 61 persen perempuan berkontribusi terhadap perekonomian dan sekitar 50 persen dari 60 juta UMKM yang ada di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

"Hal ini menjadi sangat signifikan karena di UMKM Indonesia mampu menyerap 97 persen tenaga kerja sektor usaha," tuturnya.

Masih kata Airlangga, Pemerintah Indonesia juga terus berupaya mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Program Kartu Prakerja.

"Kita perlu berbuat lebih banyak untuk mencapai tujuan W20 yakni Recover Together and Recover Equally," pungkasnya.
EDITOR: