Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

LSI: Yakin Ada Keterlibatan Mafia, Publik Percaya Kejagung Dapat Tuntaskan Kasus Korupsi CPO

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Minggu, 24 Juli 2022, 20:39 WIB
LSI: Yakin Ada Keterlibatan Mafia, Publik Percaya Kejagung Dapat Tuntaskan Kasus Korupsi CPO
Temuan survei LSI terkait dengan ekonomi nasional/Repro
Publik masih ercaya Kejaksaan Agung dapat menuntaskan pengusutan kasus dugaan korupsi izin ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng. Pasalnya, selain mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, total Kejagung telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka.

Hal tersebut terekam dalam survei terbaru yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI). Hasilnya, mayoritas publik percaya kasus ekspor CPO dapat tuntas di tangan Kejagung.

"Mayoritas masyarakat optimistis Kejaksaan Agung akan menuntaskan kasus tersebut. Totalnya mencapai 72,1 persen," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat menyampaikan hasil survei LSI terkait Persepsi Publik terhadap Penegakan Hukum dan Tugas Lembaga Hukum dan Isu Ekonomi secara virtual, Minggu (24/7).

Djayadi Hanan juga memaparkan, bahwa mayoritas masyarakat juga meyakini ada keterlibatan mafia dalam kasus minyak goreng. Tepatnya, keyakinan itu diungkapkan 83,1 persen responden.

“Mayoritas percaya telah terjadi tindak pidana korupsi yang melibatkan mafia minyak goreng dalam penjualan (ekspor) minyak goreng ke luar negeri,” katanya.

Pada temuan lain, lanjutnya, LSI juga memotret keinginan masyarakat terkait sanksi yang harus diberikan jika ada keterlibatan pejabat negara dalam kasus minyak goreng.

Menurutnya, dari mereka yang mengetahui bahwa mantan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan menjadi tersangka, 38,5 persen menginginkan hukuman seumur hidup.

“Ada juga 16 persen yang menginginkan hukuman mati, sementara yang ingin sanksi 20 tahun mencapai 19,5 persen,” pungkasnya.

Survei LSI ini dilakukan pada periode Juni hingga awal Juli 2022, dengan metodologi random digit dialing melalui sambungan telefon sebanyak 1.206 responden, dengan memilih sampel secara acak.

Margin of error survei ini kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA