On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Menko Airlangga Ungkap Ketertarikan JBIC Masuk ke Sektor Kesehatan dan Pangan

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 26 Juli 2022, 09:24 WIB
Menko Airlangga Ungkap Ketertarikan JBIC Masuk ke Sektor Kesehatan dan Pangan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nobumitsu Hayashi/Net
Kerja sama berbagai sektor dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto bersama Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Nobumitsu Hayashi di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/7).

Mulai dari kerja sama bidang energi, otomotif, hingga di bidang pangan turut dibahas kedua pejabat negara ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyinggung soal fokus pemulihan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, salah satunya dukungan ketersediaan infrastruktur energi.

Dalam upaya pengurangan emisi karbon, Indonesia-Jepang telah berkolaborasi melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). Skema ini juga sedang dipertimbangkan sebagai bagian dalam kerja sama pendanaan JBIC dengan Indonesia dalam program transisi energi.

Selain itu, turut dibahas pula proyek Masela yang diyakini makin strategis, terutama pasca perang Ukraina dan Rusia dan karena melonjaknya kebutuhan gas dari negara-negara G7.

Gas menjadi sangat penting karena dapat digunakan sebagai bahan baku ammonia, pupuk, dan gas juga bisa digunakan membangun methanol yaitu salah satu blending untuk biofuel. Nilai investasi proyek ini mencapai 19,85 miliar dolar AS.

"Namun, proyek ini mempunyai tantangan ke depan, yaitu adanya percepatan transisi energi, persyaratan dekarbonisasi, dan perubahan industri hulu migas, sehingga perlu dievaluasi dan diidentifikasi ulang mengenai ruang lingkup proyeknya," kata Airlangga.

Di sisi lain, Gubernur JBIC, Hayashi mengaku bahagia bisa bertemu Menko Airlangga. Dikatakan Hayashi, selama ini dukungan JBIC di bidang energi dengan mendukung listrik 11,6 GW yang sangat membantu pembangunan ekonomi Indonesia.

Selain mengenai energi, pertemuan juga membahas pengembangan sektor otomotif di Indonesia. Di Indonesia, hampir 90% prinsipalnya berasal dari Jepang dan JBIC ikut membiayai pengembangan sektor otomotif.

“Kami mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur, terutama di sektor otomotif. Karena dengan dukungan kuat Pemerintah RI selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia," terang Hayashi.

Hal lain yang turut dibahas adalah sektor kesehatan dan pangan. Menko Airlangga berharap, JBIC ikut mendorong investasi di dua sektor tersebut. Apalagi, Indonesia telah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur Bali yang membuka peluang bagi dokter asing.

"JBIC sangat mendukung tawaran investasi di bidang pangan dan pupuk. Namun, pangan dan pupuk ini memerlukan supply chain yang baik. JBIC akan sangat mendukung investasi ini," tandas Hayashi.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA