On The Road of Devoted Service for the People
On The Road of Devoted Service for the People
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Dukung Booster Kedua, Legislator PDIP Ingatkan Boster Pertama Harus Tetap Jadi Prioritas

LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 31 Juli 2022, 04:29 WIB
Dukung Booster Kedua, Legislator PDIP Ingatkan Boster Pertama Harus Tetap Jadi Prioritas
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo/Net
Rencana pemberian vaksin booster kedua atau vaksin dosis keempat untuk para tenaga kesehatan disambut positif oleh anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo. Akan tetapi, Legislator PDI Perjuangan ini mengingatkan capaian booster pertama bagi masyarakat juga mendesak untuk ditingkatkan.

“Kita mendukung booster kedua untuk para tenaga kesehatan (nakes), apalagi booster kedua ini kan rekomendasi dari WHO. Tapi saya ingatkan, capaian booster pertama bagi masyarakat yang masih rendah justru yang harus menjadi prioritas,” ujar Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/7).    

Handoyo menambahkan, capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua, per Juni 2022 lalu pun belum mencapai target yang dipatok Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 70 persen. Pun dengan capaian booster pertama bagi masyarakat  yang masih rendah.  

“Penyuntikan booster kedua atau vaksin keempat ini memang baik tapi sekali lagi, ini bukan prioritas utama. Justru capaian booster pertama bagi masyarakat yang harus ditingkatkan dan dikejar,” imbuhnya.

Meskipun menganggap booster kedua bukan prioritas, Handoyo tetap mendorong vaksin keempat ini diberlakukan untuk kalangan tertentu, para nakes dan orang-orang yang beresiko tinggi. Seperti para lansia, khususnya yang memiliki komorbid.

“Booster kedua tetap kita dukung dan dorong agar selain nakes, juga menyasar orang  yang berisiko tinggi seperti  lansia maupun yang punya komorbid juga. Nah, selanjutnya perlu juga dipikirkan boster kedua untuk masyarakat umum,” lanjut Handoyo.

Handoyo tidak menampik, saat ini masyarakat sudah mulai kurang antusias menerima vaksin. Padahal, Covid-19 masih ada dan masih berisiko. Terbukti baru-baru ini ada dua dokter yang meninggal dunia akibat pandemi Covid yang berkembang dengan varian yang ada sekarang.

“Saya kira pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan semua pihak harus memikirkan lagi langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, seperti sebelumnya berbondong-bondong menuju ke fasilitas kesehatan untuk vaksin. Apalagi kan gelombang terkahir Covid-19 masih mengancam, kita harus hati-hati,” paparnya.

Menurut politikus asal Boyolali, Jawa Tengah ini, di tengah menurunnya semangat  untuk vaksin, sangat tepat jika persyaratan booster pada mode transportasi tempat perkantoran dan  fasilitas umum diberlakukan.

“Saya kira langkah yang tepat jika persayaratan booster diberlakukan ke tempat umum. Kebijakan seperti ini akan kembali  meningkatkan kesadaran masyarakat untuk booster," demikian Rahmad Handoyo.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA