Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Menko Luhut Perlu Berkaca dari Sri Lanka yang Bangkrut Gara-gara Utang

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 09 Agustus 2022, 14:09 WIB
Menko Luhut Perlu Berkaca dari Sri Lanka yang Bangkrut Gara-gara Utang
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP)/Net
Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bahwa Indonesia memiliki utang terkecil di dunia adalah bagian dari cuci otak. Seolah-olah utang yang mencapai Rp 7 ribu triliun bukan masalah.

Begitu kata Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/8).

Jerry Massie mempertanyakan kepekaan Menko Luhut atas fenomena global. Salah satunya yang terjadi di Sri Lanka. Pemimpin Sri Langka, Gotabaya Rajapaksa bahkan harus meninggalkan istana kala rakyat mengamuk karena utang yang tidak bisa dibayar dan cadangan devisa menipis.

“Dia tidak membaca negara Sri Langka kolaps gara-gara utang,” sambungnya

Menurutnya, Luhut seolah ingin mengatakan bahwa utang itu bisa dilunasi dengan APBN Indonesia yang per tahun mencapai Rp 2.400 triliun. Artinya, dalam tiga tahun utang akan terselesaikan andai seluruh APBN digunankan untuk membayar utang.

“Tapi selama itu juga Luhut tidak digaji. Begitu juga seluruh ASN, TNI, dan Polri sampai di BUMN,” urainya.

Singkatnya, Jerry Massie ingin mengatakan bahwa utang Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan Amerika Serikat dan negara besar lainnya, seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Kalau AS, mereka pencetak dolar dan digunakan di seluruh dunia,” tegasnya.

ARTIKEL LAINNYA