Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Arsul Sani: Motif Pembunuhan Brigadir J Tidak Bisa Disimpulkan dari Autopsi, Tapi dari Orang

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Kamis, 11 Agustus 2022, 12:13 WIB
Arsul Sani: Motif Pembunuhan Brigadir J Tidak Bisa Disimpulkan dari Autopsi, Tapi dari Orang
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP, Arsul Sani/Net
Motif penembakan yang dilakukan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J atas perintah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo perlu segera diungkap.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP, Arsul Sani, saat ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (10/8).

"Yang harus didalami oleh penyidik adalah apa yang merupakan alat bukti dalam kasus pidana itu. Selain actu serius, ada lagi yang ini memang harus didalami oleh penyidik. Apa itu? Mens rea namanya, motif, latar belakang dari tindak pidana," ujar Arsul.

Wakil Ketua Umum PPP ini mengatakan, berbicara tentang mens rea atau motif pastinya butuh waktu yang panjang untuk menelusurinya.

"Itulah kenapa perlu ada kemudian proses pemeriksaan terhadap yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dan juga terhadap para saksi-saksi itu," kata Arsul.

"Karena mens rea itu bisa disimpulkan dari orang, dari mahluk hidup. Tidak bisa disimpulkan dari hasil  autopsi, uji balistik, itu tidak bisa," sambungnya.

Maka dari itu, Wakil Ketua MPR RI ini memandang wajar apabila sekarang belum diungkap motif penembakan Brigadir J oleh Polri. Sebab menurutnya, kini aparat masih dalam proses penyidikan.

"Ya biasanya motif itu baru disampaikan oleh penegak hukum, penyidik ketika proses penyidikan sudah selesai. Artinya proses pemberkasan BAP (berita acara perkara)," tuturnya.

"Jadi ya memang publik, kita semua harus bersabar kalau kita ingin tahu soal motif, karena tidak bisa itu disampaikan sekarang," demikian Arsul.

ARTIKEL LAINNYA