Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Komisi III Kritik Polisi Tingkat Kapolres Seperti Raja-raja Kecil, Istri Pamer Tas Hermes

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 24 Agustus 2022, 12:20 WIB
Komisi III Kritik Polisi Tingkat Kapolres Seperti Raja-raja Kecil, Istri Pamer Tas Hermes
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Adies Kadir saat RDP bersama Kapolri di Senayan, Jakarta/Repro
Penurunan indeks kepercayaan publik terhadap Polri menjadi sorotan Komisi III DPR RI.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir mengatakan, indeks kepercayaan publik terhadap polisi kini merosot hingga di bawah 50 persen. Ada banyak faktor yang memengaruhinya.

Selain karena kasus pembunuhan Brigadir J hingga menjerat eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, perilaku pejabat polisi di tingkat bawah juga mulai menunjukkan kejumawaannya.

“Kalau kita lihat di bawah, tingkat Dir, Kapolres, sudah seperti raja-raja kecil di daerah. Kadang-kadang kami, Komisi III telepon saja tidak diangkat, WhatsApp tidak dibalas," kritik Adies dalam RDP Komisi III bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menyayangkan gaya hidup Kapolres di daerah yang sejatinya tidak perlu dilakukan. Sebab, perilaku pejabat polisi di tingkat pusat pun biasa-biasa saja.

“Saya mengenal Pak Kapolri Sigit, Pak Gatot, Pak Agus perilaku hidupnya biasa-biasa saja, tidak ada perubahan, tetap komunikasi baik dan lain sebagainya. Tetapi kalau di bawah tingkat Dir, Kapolres, sudah seperti raja-raja kecil di daerah,” sesalnya.

Belum lagi, kata Adies, gaya hidup para Kapolres hingga istri-istri yang mulai gemar memamerkan hartanya di media sosial. Sikap tersebut justru makin membuat masyarakat berpandangan buruk kepada Polri.

“Gaya hidup mereka sudah mulai pakai cerutu, pake wine, mobilnya juga sudah mewah-mewah. Perilaku istri-istrinya itu sudah pakai tas Hermes,” katanya.

Di depan Kapolri, Adies Kadir pun berharap perilaku para anggota polisi tersebut diubah semata-mata untuk meningkatkan kepercayaan publik.

“Tentunya perlihatkanlah kekompakan satu institusi agar tak terkesan terpecah-belah,” demikian Adies.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA