Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Jadi Ujung Tombak, Pimpinan MPR: Masyarakat Perbatasan Harus Sehat dan Ideologinya Kuat

LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 24 Agustus 2022, 18:25 WIB
Jadi Ujung Tombak, Pimpinan MPR: Masyarakat Perbatasan Harus Sehat dan Ideologinya Kuat
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani/Ist
Pancasila sebagai ideologi bangsa bersifat mengikat terhadap setiap individu masyarakat Indonesia. Karena Pancasila adalah suatu kesepakatan yang sudah final yang diputuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (24/8).

Acara ini turut dihadiri Bupati Sambas Satono beserta jajaran Forkopimda setempat, kepala desa, camat dan tokoh masyarakat Sambas.

"Berupaya mengganti Pancasila akan berhadapn dengan orang-orang seluruh Indonesia, termasuk akan berhadapan dengan seluruh warga Sambas. Setiap upaya mengganti Pancaisla itu akan berhadapan dengan masyarakat Indonesia dari Aceh sampai Papua," kata Muzani.

Tugas MPR, disampaikan Muzani, adalah untuk memastikan kehidupan berbangsa dan bernegara tetap pada jalur ideologi negara. Pasalnya, Pancasila sebagai ideologi negara telah menjadikan Indonesia kuat dan menjadi bangsa yang merdeka.

"Kita baru saja merayakan 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ikrar proklamasi kita adalah kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Artinya kita sudah berhasil melepas diri dari semua belenggu penjajahan, termasuk produk-produk sistem bernegara di dalam," terangnya.

"Pancasila telah berhasil menjadikan bangsa Indonesia yang beragam menjadi bersatu. Itu yang menjadikan kita kuat, kita diikat oleh kesepakatan para pendiri bangsa kita. Pancasila menyatukan perbedaan," imbuh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra ini.

Dikatakan Muzani, Pancasila adalah perekat keberagaman. Sama halnya dengan Bahasa Indonesia, yang menyatukan berbagai bahasa suku di Tanah Air.

"Di Sambas ada bahasa lokal, tapi tetap bahasa nasionalnya adalah bahasa Indonesia. Begitu pun orang Aceh, Batak, Papua dan semuanya ada bahasa lokal, tapi bahasa nasional, bahasa persatuan kita tetap bahasa Indoensia," katanya.

Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia, kata Muzani, masyarakatnya harus dipastikan sehat, makmur dan ideologinya harus kuat.

"Karena masyarakat perbatasan adalah ujung tombak pertahanan negara," demikian Muzani.

ARTIKEL LAINNYA