Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Pengamat: Prabowo Berpotensi Ganjal Anies, Muluskan Langkah Ganjar

LAPORAN: AGUS DWI
  • Jumat, 26 Agustus 2022, 00:58 WIB
Pengamat: Prabowo Berpotensi Ganjal Anies, Muluskan Langkah Ganjar
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago/Net
Sosok Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dinilai bakal memberi pengaruh positif maupun negatif terhadap kandidat lain yang akan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Khususnya terhadap Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

"Majunya Prabowo sebagai capres secara tidak langsung sangat menguntungkan Ganjar Panowo, pada saat yang sama menunjukkan bahwa Anies Baswedan mungkin terganjal sebagai capres-cawapres," kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/8).

Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting tersebut, majunya Prabowo dapat menghambat ruang gerak Anies Baswedan.

Meski Anies memiliki elektabilitas yang tinggi, namun tidak serta merta membuat Gubernur DKI Jakarta itu bosa mulus menjadi capres lantaran veto players dalam politik kepartaian Indonesia.

"Misalnya Anies selalu masuk tiga besar, kluster elektabilitas 'papan atas', tidak serta merta mulus menjadi calon presiden, tetap saja partai politik lah yang punya 'veto players' siapa saja capres-cawapres yang bakal mereka usung nantinya," terangnya.

"Prabowo maju sebagai capres, itu artinya kans DNA kemenangan Anies Baswedan terganggu," tegasnya.

Hal itu disebabkan basis ceruk segmen pemilih yang sama antara Anies dan Prabowo. Sementara, basis ceruk segmen pemilih Ganjar tetap tidak terbelah ketika Prabowo maju pada Pilpres 2024.

"Sementara basis suara Anies dan Prabowo terbelah (split ticket voting)," ujarnya lagi.

Lebih lanjut Pangi mengutip data tabulasi silang (cross tabulation column) Voxpol Center Research and Consulting pada Maret 2022 yang menunjukkan bahwa pemilih Partai Gerindra memilih Prabowo sebesar 55,9 persen, sementara pemilih Partai Gerindra yang memilih Anies Baswedan persentasenya sebesar 44,7 persen.

"Dari data ini menunjukkan bahwa pemilih Partai Gerindra split ticket voting terbelah ke capres Anies dan capres Prabowo secara signifikan," beer Pangi.

"Tentu ini menyulitkan secara matematika politik, tidak mudah bagi Anies yang bukan kader parpol dan tidak punya partai. Dengan demikian, majunya Prabowo sebagai capres tentu saja semakin menutup ruang Anies untuk mendapatkan 'boarding pass' dari partai politik," sambungnya.

Oleh karena iru, ia menilai, majunya Prabowo sebagai Capres 2024 seolah memberi karpet merah kepada Ganjar, untuk memenangi Pilpres 2024.

"Bagaimana cara menganjal kemenangan Anies dan bagaimana memuluskan jalan Ganjar menjadi presiden, 'kausalitas' kunci penentunya terkait maju atau tidak Prabowo sebagai capres nantinya," ujarnya lagi.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA