Liga RMOL
Liga RMOL Mobile
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Penyesuaian Harga BBM Diyakini Tidak Sampai Memicu Resesi

LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Jumat, 23 September 2022, 15:33 WIB
Penyesuaian Harga BBM Diyakini Tidak Sampai Memicu Resesi
Antrean pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)/RMOL
Kondisi geopolitik yang masih panas tak dipungkiri akan berimbas pada kenaikan harga-harga hingga inflasi. Namun demikian, kondisi ini diyakini tidak terlalu terjerumus sampai ke tahap resesi, apalagi dikaitkan dengan kenaikan harga BBM.

“Geopolitik ketidakpastian akan meningkat sehingga harga-harga dan dorongan inflasi akan makin tinggi dalam enam bulan kedepan, trennya meningkat,“ kata Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Berly Martawardaya, Jumat (23/9).

Melihat kondisi saat ini, ia mengimbau agar pemerintah tetap menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Jika inflasi masih terus terjadi, Bank Indonesia (BI) harus menaikkan suku bunga acuan.

“Karena kalau inflasi tinggi, nilai rupiah secara riil turun. Kalau selisih terlalu jauh dengan dolar atau euro, capital outflow rupiah melemah, BI akan terpaksa untuk menaikkan suku bunga,” tutur Berly.

Di sisi lain, pengamat isu-isu strategis, Prof Imron Cotan menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM merupakan hal wajar. Sebab, keputusan tersebut diambil guna menyesuaikan dengan kondisi geopolitik global yang masih tak stabil.

"Penyesuaian harga BBM wajar dilakukan oleh pemerintah-pemerintah di dunia, sejalan dengan tantangan ekonomi yang mereka hadapi," tegasnya.
EDITOR: DIKI TRIANTO

ARTIKEL LAINNYA