Children in the DPR Korea
Children in the DPR Korea
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Soal Lukas Enembe, Boyamin: Kalau Memang Sakit Saya Doakan Cepat Sembuh

LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL
  • Senin, 26 September 2022, 20:00 WIB
Soal Lukas Enembe, Boyamin: Kalau Memang Sakit Saya Doakan Cepat Sembuh
Boyamin Saiman/Net
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku rekaman video dan data terkait Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) yang sedang bermain judi di tiga negara yang disebarnya tidak berkaitan dengan temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Hal itu diungkapkan Boyamin di acara iNews Room berjudul "Lukas Enembe Mangkir Lagi" yang disiarkan langsung pada Senin sore hingga petang (26/9) yang juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu aktivis HAM Natalius Pigai.

Boyamin mengatakan, data-data yang dimilikinya hanya untuk menunjukkan bahwa Gubernur Lukas pada Juli 2022 dalam keadaan sehat karena masih bisa jalan-jalan ke luar negeri.

"Tapi kalau memang beliau sakit, ya kita doakan bersama cepat sembuh dan segera bisa mendatangi KPK panggilan KPK," ujar Boyamin seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin petang (26/9).

Selanjutnya kata Boyamin, terkait judi, di mana Boyamin mengungkapkan foto-foto dan video pada saat Gubernur Lukas sedang bermain judi di luar negeri tidak ada kaitannya dengan pernyataan PPATK yang menemukan aliran uang dari Gubernur Lukas ke judi Kasino senilai Rp 560 miliar.

"Bahwa ini informasi ini saya serahkan ke KPK beserta yang diduga teman-temannya melakukan perjalanan. Ketiga adalah, berkaitan dengan proses-proses yang diduga berkaitan dengan di KPK itu apa. Ini dengan harapan didalami, apakah ada keterkaitan masing-masing potongan-potongan itu tadi," kata Boyamin.

Boyamin pun mengaku, terkait temuan PPATK soal Rp 560 miliar, dirinya tidak mempunyai data tersebut. Sehingga, dirinya tidak bisa mengkaitkan temuannya dengan temuan dari PPATK.

Namun demikian, Boyamin menyoroti soal pemerintahan yang bersih dan berwibawa, salah satunya tidak melanggar UU. Di mana kata Boyamin, dalam sumpah jabatan dan lain sebagainya, kepala daerah dilarang melakukan perbuatan tercela, baik itu mabuk, judi, dan asusila.

"Jadi ini lah yang saya berharap ini juga menjadi contoh bagi kita semua, ini hal-hal yang sebenarnya tidak patut. Tidak patut itu juga kadang-kadang berkaitan dengan korupsi. Jadi saya berharap sebenarnya ini kampanye yang bagus untuk kepala daerah, tolong lah menghindari hal-hal yang tercela itu. Kalau bahasanya itu punya hobi misalnya begitu, tolong puasa lah. Karena masyarakat yang dipimpin perlu keteladanan, perlu kehidupan sederhana sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang belum sejahtera," pungkas Boyamin.


EDITOR: IDHAM ANHARI

ARTIKEL LAINNYA