Children in the DPR Korea
Children in the DPR Korea
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kecewa, Audensi Perwakilan Massa Aksi dengan MPR Belum Membuahkan Hasil

LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 27 September 2022, 19:39 WIB
Kecewa, Audensi Perwakilan Massa Aksi dengan MPR Belum Membuahkan Hasil
Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos/RMOL
Sebanyak 200 perwakilan massa yang berunjukrasa dari elemen petani, buruh hingga mahasiswa yang beraudiensi dengan Wakil Ketua MPR dari fraksi PKB Jazilul Fawaid belum menemukan titik terang.

Hal itu disampaikan Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9).

Namun begitu, Nining mengatakan, 200 perwakilan yang telah masuk ke Gedung DPR tersebut tidaklah sia-sia.

"Belum ada hal yang begitu menggembirakan, tapi ini kita menyampaikan apa yang menjadi persoalan bangsa hari ini," kata Nining.

Dalam audiensi tersebut, massa menyampaikan masalah-masalah terkait persoalan reforma agraria sejati hingga efek domino dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) hingga Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Namun, pihak MPR RI selaku wakil permusyawaratan rakyat belum bisa memberikan solusi konkret atas sejumlah persoalan tersebut.

"Mereka punya keseriusan, keberanian tapi enggak punya kekuatan karena problemnya adalah kekuasaan hari ini yang mayoritas adalah pemenang Pemilu," kata Nining.

Pihak MPR RI hanya menjanjikan pembentukan Dewan Pengawas Reforma Agraria sebagai solusi untuk tuntutan petani yang sudah disampaikan.

Sebelumnya, Sebanyak 200 orang perwakilan Petani yang tengah melakukan aksi unjuk rasa masuk ke gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat guna menyampaikan beberapa tuntutan yang telah mereka layangkan.

Sekitar 200 perwakilan massa aksi dari elemen buruh, petani, dan mahasiswa berkesempatan melalukan audiensi dengan perwakilan MPR RI.

Audiensi dilakukan dalam rangka menyampaikan aspirasi mengenai Konstitusionalisme Agraria yang menjadi mandat UUD 1945 dan UUPA 1960 yang disebut terjadi penyimpangan pada praktiknya.

“Kurang lebih 200 orang yang akan masuk ke dalam,” teriak salah seorang orator dalam aksi unjuk rasa menuntut reforma agraria sejati dalam aksi unjuk rasa peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2022 di depan Gedung DPR RI, pada Selasa siang (27/9).

ARTIKEL LAINNYA