Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Jalankan 3 Petuah Soeharto, Kunci Sukses Prabowo Dihormati Kawan dan Disegani Lawan

LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 28 September 2022, 09:42 WIB
Jalankan 3 Petuah Soeharto, Kunci Sukses Prabowo Dihormati Kawan dan Disegani Lawan
Prabowo Subianto berbincang dengan Pembina JMSI Jabar, Mulyadi/JMSI
Prabowo Subianto tak hanya dikenal sebagai sosok jendral yang tegas. Tapi juga sebagai pengusaha besar sekaligus politikus tangguh. Dihormati kawan dan disegani lawan.

Rupanya, diungkap anggota Banggar DPR RI, Mulyadi, kunci sukses Prabowo adalah melaksanakan petuah Presiden RI ke-2 yang juga mertuanya, Soeharto.

“Kemarin malam saya menghadiri acara syukuran atas pengukuhan Pak Dasco (Sufmi Dasco) yang mendapat gelar Profesor dan Gurubesar di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Di acara itu Pak Prabowo hadir menyampaikan taklimat,” kata Muyadi dalam keterangannya yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (27/9).

Dalam taklimat itu, lanjut anggota Komisi V DPR RI itu, Prabowo menyampaikan prinsip hidupnya yang didapat dari Sang Mertua.

“Pertama, ojo lali (Jangan Lupa). Prinsip itu mempunyai makna, tidak boleh lupa akan keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, hidup kita untuk apa, apa yang telah kita kerjakan selama hidup, dan pada akhirnya kita akan kembali menghadap-Nya serta mempertanggunjawabkan apa yang pernah kita perbuat selama hidup di akhirat nanti,” tutur Mulyadi menirukan ucapan Prabowo.

Prinsip hidup Prabowo  yang kedua, adalah “ojo dumeh” (Jangan Sok). Pria asli Jonggol itu menjelaskan, prinsip hidup Prabowo itu mempunyai maksud bahwa kita tidak boleh arogan dalam kehidupan sehari-hari.

“Misalnya sok kuasa atas segalanya, karena kekuasaan yang kita miliki tidak akan pernah abadi.  Masih ada kekuasaan yang kekal, yang serba-Maha, yaitu Tuhan,” ujar mantan Ketua DPD Gerinda Jabar itu.

Prinsip Prabowo yang ketiga, terang Mulyadi, adalah “ojo ngoyo” (Jangan Ambisius).

Dijelaskannya, prinsip ini mempunyai tujuan agar kita dalam menggapai suatu cita-cita, harapan dan keinginan tidak boleh terlalu berambisi karena sikap menghalalkan segala cara tanpa memperdulikan dampak dari perbuatan tersebut akan merugikan banyak orang termasuk diri sendiri.

“Alhamdulillah, tiga prinsip itu pula yang selam ini saya pegang,” demikian Mulyadi.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA