Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Bertemu Ketua Parlemen Belanda, Puan Singgung Kritik Terhadap Persoalan Papua

LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 06 Oktober 2022, 17:56 WIB
Bertemu Ketua Parlemen Belanda, Puan Singgung Kritik Terhadap Persoalan Papua
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menghadiri forum P20 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta/RMOL
Selain melakukan pertemuan dengan delegasi Rusia, Ketua DPR RI Puan Maharani menyempatkan bertemu dengan Speaker of the Senate of the Netherlands, Jan Anthonie Bruijn.

Pada pertemuan di sela pembukaan The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) itu, Puan menyinggung tentang sejumlah isu Papua yang kerap dikritisi oleh pemerintah Belanda yang membuat hubungan kedua negara pasang surut

“Hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda memiliki sejarah yang sangat panjang dan telah melalui berbagai pasang surut. Namun, kita patut mensyukuri karena saat ini hubungan Indonesia dan Belanda semakin harmonis di berbagai bidang prioritas,” ujar Puan saat bertemu Jan Anthonie Bruijn, Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (6/10).

Puan mewakili DPR RI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang konsisten dari Pemerintah Kerajaan Belanda, termasuk Parlemen Belanda, terhadap keutuhan wilayah Indonesia.

Mantan Menko PMK ini menegaskan, Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam memajukan dan melindungi hak asasi manusia di Indonesia. Termasuk, kata Puan, di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Indonesia sangat terbuka untuk berbagi dan bertukar pandangan dengan mitranya, dalam dialog yang konstruktif,” tegasnya.

Melalui kerja sama antarparlemen di forum internasional, termasuk melalui Inter-Parliamentary Union (IPU), Puan menilai DPR RI dan Parlemen Belanda juga perlu memainkan peran diplomasi parlemen.

“Termasuk ikut mengupayakan terwujudnya perdamaian dan keamanan internasional, termasuk ikut mengupayakan penyelesaian damai atas perang yang terjadi di Ukraina,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti interaksi Indonesia dan Belanda yang akhir-akhir ini semakin intensif, baik pada tingkat kepala negara/pemerintahan, menteri, dan pejabat pemerintah, dan delegasi bisnis. Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda pada tahun 2021 pun meningkat hampir 40 persen dibandingkan tahun 2020.
 
“Belanda merupakan jembatan Indonesia ke kawasan Uni Eropa. Kami sangat mengapresiasi sikap Belanda terhadap isu pelarangan minyak sawit dengan mengedepankan dialog dan kerjasama,” ujarnya.
 
“Begitu pula dengan dukungan Belanda dalam mempercepat perundingan Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA) yang saat ini telah memasuki putaran yang ke-11,” pungkasnya.

ARTIKEL LAINNYA