Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Analogi Jokowi Soal Pilpres Seperti Memilih Dua Pilot Dinilai Irasional

LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Senin, 24 Oktober 2022, 13:56 WIB
Analogi Jokowi Soal Pilpres Seperti Memilih Dua Pilot Dinilai Irasional
Presiden Joko Widodo/Net
Sebuah analogi yang disampaikan Presiden Joko Widodo untuk menggambarkan kontestasi Pilpres, saat menghadiri malam puncak perayaan HUT Partai Golkar ke-58 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu malam (22/10), dinilai tak masuk diakal.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (24/10).

Jerry menjelaskan, analogi yang digunakan Jokowi dalam menggambarkan pilpres dengan menggunakan istilah "seperti memilih dua pilot", sama sekali sulit dipahami.

"Saya saja bingung dengan narasi Jokowi dan konsepnya yang keluar konteks. Dia mengkategorikan dua pilot. Ini anekdot irasional Jokowi," ujar Jerry.

Bahkan menurutnya, wajar saja apabila ada partai politik (parpol) yang kini notabene masih menjadi anggota koalisi pemerintahan Jokowi yang lebih dulu mengumumkan sosok calon presiden (capres) yang akan diusung di Pilpres 2024 mendatang.

Pasalnya, Jerry melihat "imaji" Jokowi dalam Pilpres nanti adalah menginginkan sosok yang diidam-idamkannya yang maju di Pilpres 2024, sebagaimana yang belakangan muncul ke publik ialah nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Wajar saja kalau Nasdem mencalonkan capres jagoannya, Anies Baswedan. Mana mungkin, eranya Jokowi akan berakhir di 2024. Maka berilah kesempatan parpol menentukan pilihan dan nasibnya," tuturnya.

"Tak ada yang salah. Jadi pidato Jokowi ini semacam sentilan terhadap Surya Paloh yang telah mendeklarasikan Anies, sementara dia maunya Ganjar," sambung Jerry.

Maka dari itu, doktor komunikasi politik lulusan America Global University ini menyimpulkan, Jokowi tak punya hak untuk mendikte parpol-parpol untuk menentukan capres yang akan diusung, meskipun disampaikan lewat sebuah analogi "dua pilot" tersebut.

"Bagi saya mementukan capres adalah pilihan masing-masing parpol bukan dia (Jokowi) yang menentukan," demikian Jerry.

ARTIKEL LAINNYA